Belanda Ekstradisi 2 Tersangka Genosida Suku Tutsie ke Rwanda - Kompas.com

Belanda Ekstradisi 2 Tersangka Genosida Suku Tutsie ke Rwanda

Kompas.com - 13/11/2016, 14:15 WIB
Shutterstock Ilustrasi.

KIGALI, KOMPAS.com - Dua warga Rwanda yang dituduh berpartisipasi dalam aksi pembunuhan massal warga suku Tutsie (genosida), di tahun 1994, tiba di Kigali, Rwanda.

Keduanya tiba setelah Pemerintah Belanda mengekstradisi mereka pada Sabtu (12/11/2016). Demikian diberitakan Associated Press.

Kedua tersangka, Jean-Claude Iyamuremye (40) dan Jean Baptiste Mugimba (57), diserahterimakan Sabtu kemarin oleh Pemerintah Belanda di Bandara Internasional Kigali. 

Iyamuremye dan Mugimba memiliki peran kunci dalam genosida terhadap lebih dari 800.000 warga suku Tutsi dan suku Hutu yang moderat, oleh pemberontah Hutu.

Richard Muhumuza, Jaksa Agung Rwanda mengungkapkan hal itu di Kigali.

Pengiriman kedua tersangka menyusul keputusan pengadilan di Belanda yang menolak upaya banding keduanya.

Mereka sempat memohon perlindungan dengan dalih bahwa, jika mereka kembali ke Rwanda, makan mereka akan disiksa.

Keduanya pun tetap membantah terlibat dalam aksi keji itu.

"Proses ini telah berlangsung lama dan berujung para dipulangkannya kedua tersangka ke penjara pusat Kigali, di mana mereka akan menunggu persidangan," ungkap Muhumuza.

"Mereka akan disidang di hadapan hakim pengadilan khusus kejahatan internasional di Pengadilan Tinggu," sambung dia.

Pengadilan khusus dirancang otoritas hukum di Rwanda yang biasa menyidangkan mereka yang terlibat dalam kejahatan perang dan kejahatan melawan kemanusiaan.

Di Belanda, Iyamuremye telah menjadi warga di Voorburg, dan Mugimba menetap di Leusden.

Pemerintah Rwandan mengajukan permohonan ekstradisi untuk Mugimba pada tahun 2012 dan tahun 2013 untuk Iyamuremye.

Muhumuza menegaskan, keduanya akan menghadapi persidangan dalam kasus genosida, konspirasi menggagas genosida, dan terlibat dalam genosida.

Mereka pun didakwa dengan tuduhan melakukan penghasutan kepada publik untuk melakukan genosida, pembunuhan dan pembinasaan dalam konteks kejahatan terhadap kemanusiaan.

 

EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM