Militer UE Disarankan Mencontoh NATO agar Bisa Saingi Rusia - Kompas.com

Militer UE Disarankan Mencontoh NATO agar Bisa Saingi Rusia

Kompas.com - 08/11/2016, 15:05 WIB
JOHN MACDOUGALL / AFP Ursula von der Leyen (kiri) dan Angela Merkel. Gambar diambil pada 18 April 2013.

BERLIN, KOMPAS.com - Menteri pertahanan Jerman, Senin (7/11/2016), mengatakan, Uni Eropa (UE) harus memodernisasi sistem pertahanan dan keamanannya agar sebanding dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Hanya dengan langkah itu, militer UE setidaknya dapat menyaingin kekuatan militer Rusia yang terus meningkat, seperti dilaporkan Reuters.

Perancis, Jerman, Italia, dan Spanyol menyerukan perlunya kebijakan pertahanan bersama di Eropa, khususnya setelah Inggris keluar dari blok itu.

Langkah Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) menandai sejarah perpecahan terbesar UE sejak blok tersebut didirikan di bawah Perjanjian UE (Perjanjian Maastricht) pada 1992.

"Kita telah menyaksikan modernisasi NATO selama tiga tahun terakhir demi menandingi prilaku Kremlin," kata Menteri Pertahanan Jerman, Ursula von der Leyen, dalam konferensi keamanan yang digelar partai konservatif, Demokrat Kristen.

"Itu benar dan penting, tapi saya percaya bahwa kita harus menginvestasikan energi modernisasi pertahanan dan keamanan dan pertahanan blok Eropa," katanya.

Von der Leyen tertarik membahas peningkatan aktivitas militer Rusia yang diangkat Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

Ia mengatakan, modernisasi harus dijalankan, "mengingat militer UE tidak dapat berkompetisi melawan dua lembaga sekaligus, sebaliknya pasukan harus saling bekerja sama".

Misalnya, kata Menhan Jerman, UE memiliki misi yang jelas bekerja sama dengan Afrika untuk membendung aliran migran menyeberangi Laut Mediterania, tapi itu bukan tugas NATO.

"Saya melihat sebuah misi besar UE, yang harus bekerja untuk mendapatkan solusi bersama-sama dengan negara-negara Afrika," kata von der Leyen.

Namun, untuk melakukan itu, kata dia, UE harus melibatkan partisipasi militer dan warga sipil, serta menawarkan respons bersama negara-negara Eropa.

Dalam surat bersamanya, Jerman, Perancis, Italia, dan Spanyol dikatakan mereka berpendapat mengatakan bahwa UE harus dapat menanggulangi krisis eksternal campur tangan dari AS.

Proposal modernisasi itu mencakup peningkatan anggaran Eropa untuk misi militer, bersama-sama mengembangkan aset seperti helikopter dan drone, memperluas penjaga perdamaian di luar negeri, dan membangun pertahanan yang kuat melawan peretas asing.

NATO, dan khususnya AS, telah lama berpendapat bahwa Eropa harus meningkatkan anggaran pertahanan dan memperkuat militer mereka untuk menjamin pertahanan mereka sendiri.

Menteri pertahanan UE berrencana menggeluar pertemuan di Brussels, Belgia, minggu depan sebelum mempresentasikan strategi yang lebih rinci pada temu puncak pimpinan UE pada Desember 2016.

Von der Leyen telah berusaha keras untuk mengubah militer Jerman agar lebih kuat, meningkatkan proses seleksi masuk lebih ketat, dan peningkatan kemampuan prajurit.

Bulan lalu Menhan Von der Leyen mengatakan bahwa Jerman siap untuk memainkan peran militer yang lebih besar dalam pelayanan kerja sama pertahanan Eropa.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X