Selasa, 28 Maret 2017

Internasional

Cerita Jihad, Warga Suriah yang Kini Jadi Pahlawan di Kota Leipzig

Selasa, 11 Oktober 2016 | 19:35 WIB
FOTO DEUTSCHE WELLE Jihad Darwech

LEIPZIG, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian diJerman dikerahkan memburu tersangka teroris asal Suriah,Jaber al Bakr, selama berhari-hari.

Namun terduga teroris itu justru dibekuk berkat bantuan warga Suriah lainnya, yang kini dipuji sebagai pahlawan di Kota Leipzig, Jerman.

Jihad bisa berarti perang suci. Namun juga nama seorang pria warga Kota Leipzig yang berasal dari Suriah, Jihad Darwech.

Jihad tinggal hanya beberapa meter dari apartemen di mana pria yang diburon polisi Jerman itu ditangkap pukul satu dini hari Senin lalu.

Polisi nyaris tak mendapat perlawanan apa pun dalam penangkapan itu.

Baca: Jaber Albakr, Teroris Terkait ISIS Dibekuk dengan Bom TATP di Jerman

Saat mereka tiba, tersangka teroris itu berbaring di lantai dalam keadaan terikat, di sebuah apartemen di lantai empat.

Jihad masih menggunakan sedikit bahasa Inggris. Ia tinggal di Jerman sejak 18 bulan lalu, dan ikut kursus bahasa Jerman setiap hari.

Walaupun ia menilai rekan-rekannya pemberani, tapi itu tidak mengejutkannya.

"99 persen orang Suriah di Jerman adalah orang baik, dan pasti bersedia memerangi teroris untuk Jerman kapan saja," kata Jihad.

"Ada pepatah Arab yang mengatakan, kalau kamu menawarkan rumahmu, saya tawarkan darah saya. Orang Jerman sudah menolong kami. Kami tidak akan melupakan itu seratus tahun,” sambung dia lagi.

Diikat, difoto, dan dilaporkan

Tak cuma warga sekitar. Kanselir Jerman Angela Merkel pun memuji keberanian dan komitmen yang ditunjukkan warga Leipzig asal Suriah tersebut.

Baca: Kanselir Jerman Berterima Kasih kepada 2 Pria Suriah yang Bantu Tangkap Terduga Teroris

Pembekukan Jaber al Bakr sebenarnya berawal dari keinginan untuk menolong.

Warga Suriah yang membekuk al Bakr menawarkan tempat bermalam, karena al Bakr tidak punya tempat menginap. Demikian dikisahkan Jihad.

Ketika tiba di rumah, mereka baru sadar, siapa tamu mereka.

Mereka lantas menghubungi polisi, tapi tidak bisa memberikan penjelasan.

Akhirnya, mereka mengikat tersangka teroris dan membuat fotonya.

Salah satu warga Suriah kemudian membawa foto itu ke kantor polisi.

Polisi tidak perlu mengejar

Setelah itu, segalanya berjalan cepat. Namun, skenarionya berbeda dengan upaya penangkapan di Chemnitz hari Sabtu lalu.

Ketika itu, Jaber al Bakr lolos dari kepungan polisi khusus anti-teror.

Polisi hanya bisa menyita bahan peledak dari rumah yang didiami Al-Bakr.

"Kali ini, kami tak perlu bersusah payah, karena Jaber al Bakr sudah diikat ibaratnya parsel," kata seorang polisi.

Jihad mengatakan, ia sangat marah, bahwa ada warga Suriah yang berpura-pura menjadi pengungsi untuk melancarkan serangan teror di negeri yang menampung hampir sejuta warga Suriah.

Jihad mengaku, dia dan rekan-rekannya tidak mau membiarkan segelintir pengungsi Suriah merusak sepenuhnya reputasi orang Suriah lainnya.

"Walaupun itu saudara saya atau anak, saya akan melaporkan orang yang berusaha menyerang Jerman kepada aparat keamanan," tegas dia.

Jihad mengungsi ke Leipzig bersama istri dan dua anaknya dari ibukota Suriah, Damaskus.

"Kalau saya melihat mereka tidur dengan tenang, saya sadar apa yang sudah Jerman lakukan bagi saya," kata dia.

Tiga warga Suriah kini sudah jadi pahlawan di kota Leipzig, di negara bagian Sachsen, dalam perang melawan teror.

Jihad merasa senang. Dia pun menambahkan, Jihad adalah nama yang banyak ditemukan di Suriah.

Berlin jadi sasaran

Menurut keterangan aparat keamanan, Jaber al Bakr merencanakan serangan teror ke bandar udara Berlin.

Hal itu diungkapkan Kepala dinas rahasia dalam negeri Jerman Hans-Georg Maaßen.

Dia mengatakan, badan berwenang menerima petunjuk September lalu, bahwa kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), merencanakan serangan di Jerman.

Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber: Deutsche Welle,