Perempuan Yazidi Penyintas Kekejaman ISIS Raih Penghargaan Vaclav Havel - Kompas.com

Perempuan Yazidi Penyintas Kekejaman ISIS Raih Penghargaan Vaclav Havel

Kompas.com - 11/10/2016, 17:41 WIB
BBC/Getty Nadia Murad Basee Taha, perempuan Yazidi korban kekerasan seksual oleh kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

PARIS, KOMPAS.com - Nadia Murad (23), perempuan Yazidi yang bertahan hidup dan lolos dari kekejaman Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) meraih penghargaan HAM Vaclav Havel yang diterimanya di Strasbourg, Perancis, Senin (10/10/2016).

Dia mendapatkan penghargaan itu terkait upayanya memperjuangkan nasib warga Yazidi dari kekejaman ISIS di Irak.

Dalam pidatonya usai menerima penghargaan yang namanya diambil dari mantan presiden Republik Ceko itu, Nadia menyerukan pembentukan pengadilan khusus untuk kejahatan ISIS.

Nadia yang juga ditunjuk sebagai seorang duta PBB itu ditangkap ISIS pada 2014 dan mengalami penyiksaan serta pelecehan seksual setelah dijual kepada seorang pria.

Saat Nadia pertama kali mencoba kabur dan gagal, dia diserahkan kepada enam orang anggota ISIS yang kemudian memperkosanya secara bergantian hingga perempuan ini jatuh pingsan.

Setelah tiga bulan disekap ISIS, akhirnya Nadia berhasil meloloskan diri dan akhirnya tiba di Jerman yang kini menjadi tempat tinggalnya.

Dia adalah satu dri 5.000 perempuan yang diculik ISIS saat organisasi itu menguasai wilayah utara Irak.

Selain ribuan perempuan yang menjadi budak seks, ribuan pria dan anak laki-laki dibunuh termasuk enam saudara laki-laki Nadia.

"ISIS hanya memiliki satu tujuan, yaitu menghancurkan identitas Yazidi dengan kekerasan, merekrut anak-anak, dan menghancurkan tempat-tempat suci yang mereka rebut," ujar Nadia saat ditunjuk menjadi duta PBB.

"Khusus terhadap para perempuan Yazidi, ISIS memperkosa kami sebagai cara agar para perempuan Yazidi tak akan pernah hidup normal lagi," tambah dia.

EditorErvan Hardoko
SumberIndependent,
Komentar

Terkini Lainnya