Penembak di Munich Pernah Dirawat karena Depresi dan Korban "Bullying" - Kompas.com

Penembak di Munich Pernah Dirawat karena Depresi dan Korban "Bullying"

Kompas.com - 25/07/2016, 10:30 WIB
AFP Pasukan pemadam kebakaran siaga di dekat pusat perbelanjaan Olympia Einkaufzentrum OEZ di Munich, Jerman, Jumat (22/7/2016), setelah serangan bersenjata di tempat itu. Sembilan orang dilaporkan tewas.

MUNICH, KOMPAS.com - Remaja  keturunan imigran Iran yang melakukan penembakan secara acak di Munich, Jerman, adalah penyendiri yang terobsesi bermain sebagai “pembunuh” dalam video games.

Tim penyelidik di Munich, Jerman, Minggu (24/7/2016) mengatakan, remaja berusia 18 tahun yang menembak membabibuta di Munich adalah penyendiri.

Pelaku terobsesi bermain sebagai “pembunuh” dalam video games dan juga korban bullying yang kerap menderita “serangan panik”.

Aparat penegak hukum masih melengkapi potongan informasi tentang sosok remaja itu.  

Dikatakan, awal 2015 remaja tersebut pernah ini menjalani rawat inap di rumah sakit dan dilanjutkan dengan rawat jalan hingga Juni 2016 karena masalah depresi dan psikiatri.

Pernyidik mengatakan, obat-obatan untuk mengatasi masalah yang dialaminya masih ditemukan di kamar remaja itu. Namun, hasil otopsi dan toksikologi masih belum ada.

Itu sebabnya belum jelas apakah remaja itu minum obat ketika melakukan penembakan membabibuta Jumat (22/7/2016) sehingga sembilan orang tewas dan puluhan lain terluka.

Berdasarkan UU privasi di Jerman, remaja keturunan Iran berusia 18 tahun itu hanya diidentifikasi sebagai David S.

Sebelumnya dia digambarkan tim penyelidik sebagai korban bullying – setidaknya satu kali empat tahun lalu.

Remaja itu juga sangat terpesona dengan sejumlah penembakan yang terjadi sebelumnya. Namun, juga ditambahkan bahwa tidak satu pun korban yang tewas mengenalnya.

Polisi Jerman, Minggu (24/7/2016) malam, mengatakan, mereka telah menanyai seorang rekan penembak itu, yang dinilai mengetahui rencana serangan tersebut.

Belum ada rincian lain dari hasil interogasi tersebut. Kantor berita Jerman, DPA, melaporkan remaja berusia 16 tahun itu datang ke kantor polisi secara sukarela setelah serangan tersebut.

Sekitar 1.500 orang berkumpul di lokasi penembakan Minggu (24/7/2016) malam. Mereka menyalakan lilin dan meletakkan bunga untuk menghormati korban serangan.

Sedangkan di Paris, ibu Perancis, yang telah menjadi target serangan teror pada 13 November 2015 dengan 130 orang tewas, ada peringatan untuk para korban di Jerman.

Kenangan itu antara lain ditandai di menara Eiffel, yang diterangi lampu dengan warna bendera Jerman yaitu merah, hitam dan kuning keemasan.

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X