Gadis Cilik 5 Tahun Dipaksa Kawin, Menangis Sedih Selama Ritual Pernikahan - Kompas.com

Gadis Cilik 5 Tahun Dipaksa Kawin, Menangis Sedih Selama Ritual Pernikahan

Kompas.com - 21/04/2016, 07:34 WIB
Daily Mail Gadis cilik berusia lima tahun adalah salah satu pengantin anak. Ia tampak menangis.

CHITTORGARH, KOMPAS.com – Pernikahan anak secara massal ini terjadi di enam tempat di Chittorgarh, Negara Bagian Rajasthan, India utara, dan dilukiskan sebagai “tragedi”.

Rabu (20/4/2016) malam beredar berita di media daring, juga video di Toutube, tentang ritual pernikahan massal anak-anak di Chittorgarh, termasuk anak perempuan berusia lima tahun.

Sejak awal hingga akhir ritual pernikahan usai, sebagian besar gadis cilik itu menangis sedih dan terdengar menyayat hati. Ada pula yang menjerit meminta bantuan.

Situs berita Daily Mirror melaporkan, pernikahan massal anak-anak telah berlangsung di enam tempat akhir pekan lalu. Sebagian besar pasangan itu masih bocah ingusan.

Publik baru mengetahui dan polisi mulai menyelidik setelah video ritual upacara pernikahan yang menyedihkan itu diunggah ke internet atau media daring, Rabu (20/4/2016).

Dalam satu klip video tampak sejumlah anak mengikuti ritual dengan mengenakan pakaian khas adat setempat. Namun, ada juga pasangan yang memakai pakaian biasa.

Pengantin perempuan cilik menangis sedih dan menjerit, tetapi sambil memegang kanan pengantin prianya yang tinggi dan lebih tua, ia terus mengikuti panduan orangtua.

Salah satu yang menyedihkan ialah seorang gadis 10 tahun. Ia menangis tak terkendali saat dipaksa memegang tangan pasangannya. Kepalanya tertutup kerudung.

Gadis 10 tahun itu dipaksa ayahnya untuk mengikuti ritual. Ia meronta-ronta dan menjerit meminta tolong agar tidak dinikahkan. Namun, ia tidak berdaya.

Pernikahan  anak-anak di bawah umur sangat lazim dilakukan di wilayah Rajasthan.

Dalam klip video lain, seorang pemimpin ritual menurut agama Hindu, tampak merah besar terhadap anak-anak yang menangis itu.

Salah satu pengantin lagi, seorang gadis cilik berusia lima tahun. Ia mengenakan pakaian merah tua dan didandani sesuai kultur Hindu.

Sambil menangis sedih, gadis cilik berusia lima tahun itu dipaksa berjalan mengitari api bersama pengantin pria berusia 11 tahun.

Saat ritual itu ia pun menangis menjerit-jerit. Namun, seorang pria dewasa memaksanya menyelesaikan ritual Hindu itu, yakni berjalan mengitari api selama tujuh kali bersama dengan pasangannya.

Telah berlangsung enam acara perkawinan massal dalam dua hari ketika festival Akshaya Tritiya, akhir pekan lalu.

Orang-orang desa yakin, anak-anak yang menikah selama festival akan diberkahi, sehat, dan mendapatkan kebaikan untuk mereka.

Polisi sedang menyelidiki kasus pernikahan anak itu. Identitas mereka belum dapat dikonfirmasi. Banyak orangtua atau orang yang lebih tua yang terlibat dalam perkawinan anak masih buron.

Hakim Distrik Chittorgarh, Ved Prakash, mengatakan, “Sesaat setelah kami mengetahui adanya insiden itu, kami langsung mengirim tim untuk mencari tahu apa penyebabnya”.

Prakash juga mengatakan, banyak insiden sebelumnya diketahui petugas dan berhasil dihentikan. Orangtuanya diproses hukum. Pengadilan akan memutuskan hukumannya atas mereka.

“Kami telah membatalkan beberapa pernikahan anak di masa lalu. Namun, karena takut ketahuan polisi, warga desa memilih tempat rahasia untuk pernikahan itu,” katanya.

Menurut Prakash, “Banyak yang tidak melaporkan kejadian itu ke polisi karena takut tekanan sosial.”

Aktivis hak anak, Kriti Bharti (28), mengatakan, “Hati saya terenyuh atas nasib anak-anak kecil yang terperangkap dalam tragedi ini. Polisi harus segera bertindak. Video adalah buktinya”.

Menurut Kriti sejauh ini pihaknya telah membatalkan 29 pernikahan anak di Rajasthan.

Hukum India menentukan, pernikahan yang legal adalah pada usia 18 untuk anak perempuan dan 21 tahun untuk anak laki-laki. UNICEF mengatakan, sepertiga dari total kasus pernikahan anak di bawah umur di dunia berada di India. 

EditorPascal S Bin Saju
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM