Pria Belanda Berusia 95 Tahun Dapat Kompensasi Perang Jepang - Kompas.com

Pria Belanda Berusia 95 Tahun Dapat Kompensasi Perang Jepang

Kompas.com - 03/03/2016, 07:30 WIB
AFP Photo via BBC Warga mengadakan misa untuk memperingati 70 tahun jatuhnya bom atom di Nagasaki
TOKYO, KOMPAS.com– Seorang pria berusia 95 tahun, mantan tawanan perang Belanda yang ditahan di Nagasaki, Jepang, saat Amerika Serikat mengebom kota itu telah mendapat uang kompensasi dari pemerintah Jepang.

Menurut pengacaranya Hidekazu Zaima,Selasa (2/3), pria itu bernama Willy Buche. Ia adalah mantan tawanan perang pertama yang menerima pembayaran kompensasi dari Jepang.

Buchel mengajukan gugatan pada Mei tahun lalu atas penderitaan mental yang dia alami di tahun-tahun setelah peristiwa pemboman tahun 1945.Dia akan menerima ganti rugi senilai 1,1 juta yen atau setara hampir Rp 129 juta.

Buchel berada di sebuah kamp penjara yang berjarak 1,7km dari ground zero pada 9 Agustus 1945, ketika bom meledak di Nagasaki, barat daya Jepang. Bom menewaskan lebih dari 70.000 orang.

Menurut Zaiman, Buchel kembali ke Belanda pada tahun 1950 dan tidak dapat menerima dana perlindungan kesehatan secara penuh yang diberikan kepada para korban bom Jepang.

Kantor berita Kyodo menyebutkan, Buchel telah mengatakan dalam gugatannya bahwa dia "dipaksa untuk terus hidup kendati cacat langka yang disebabkan oleh paparan radiasi".

Jepang mulai memberikan tunjangan kesehatan kepada para korban bom atom yang berada di luar negeri pada 2003. Sebelumnya, sebuah aturan yang diputuskan pada 1974 menyatakan dana-dana itu akan dihentikan bila para korban melakukan perjalanan keluar dari Jepang.

Bom Nagasaki dijatuhkan setelah tiga hari sebelumnya menghantam kota Hiroshima, yang menewaskan sekitar 140.000 orang. Ledakan itu lalu disusul oleh berbagai penyakit akibat paparan radiasi.


EditorPascal S Bin Saju
SumberAFP/BBC
Komentar

Close Ads X