Pemberontak Suriah Jadikan Tawanan dalam Sangkar sebagai "Perisai Manusia" - Kompas.com

Pemberontak Suriah Jadikan Tawanan dalam Sangkar sebagai "Perisai Manusia"

Kompas.com - 04/11/2015, 15:15 WIB
AFP Video yang dipublikasikan Shaam Network memperlihatkan sangkar berisi pria dan dan perempuan yang diangkut dengan truk.
DAMASKUS, KOMPAS.com — Sebuah kelompok pemberontak Suriah menggunakan puluhan tawanan yang dimasukkan ke dalam sangkar logam sebagai "perisai manusia" di basis oposisi terbesar di pinggiran Damaskus. Demikan menurut laporan sebuah kelompok pemantau konflik Suriah, Minggu (1/11/2015).

Jaish al-Islam, yang dianggap sebagai kelompok pemberontak paling kuat di dekat Damaskus, menempatkan para tentara rezim dan warga sipil Alawit di dalam sangkar logam. Hal itu dikemukakan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia kepada kantor berita AFP.

Kelompok pemberontak itu kemudian menempatkan sangkar-sangkar berisi tawanan itu area publik di wilayah Ghouta Timur dalam upaya "mencegah pengeboman oleh rezim Suriah". Demikian yang dikatakan Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman.

"Jaish al-Islam sedang menggunakan tawanan dan orang-orang yang diculik, termasuk semua anggota keluarga, sebagai perisai manusia," katanya.

Pasukan pemerintah secara teratur membombardir wilayah Ghouta Timur. Dari lokasi itu, kelompok pemberontak menembakkan roket ke Damaskus.

Hari Jumat, sedikitnya 70 orang tewas dan 550 orang lainnya cedera dalam pengeboman rezim di Douma, sebuah kota besar di daerah itu.

AFP Sangkar besi itu berisi sedikitnya lima orang, diangkut di atas tiga truk melewati jalan-jalan yang dilanda perang sementara anak-anak melintas dengan naik sepeda.

Sebuah video yang diterbitkan media oposisi, Jaringan Shaam, menunjukkan sangkar besi berisi pria dan perempuan. Setiap sangkar berisi sedikitnya lima orang, diangkut dengan tiga truk melewati jalan-jalan yang dilanda perang, sementara anak-anak melintas dengan naik sepeda.

Saat berbicara ke arah kamera, baik para pria maupun perempuan meminta pasukan pemerintah menghentikan pengeboman terhadap Ghouta Timur.

"Perempuan kalian adalah perempuan kami. Jika kalian ingin membunuh ibu saya, kalian akan membunuh mereka juga," kata seorang remaja bermata gelap di luar salah satu truk.

Abdel Rahman mengatakan, sebagian besar warga sipil itu diculik oleh Jaish al-Islam dua tahun lalu di luar Adra al-Ummaliyah, lingkungan dikuasai rezim di Ghouta Timur.

Menurut kantor berita AFP, juru bicara Jaish al-Islam tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Baik pasukan rezim maupun kelompok pemberontak telah dikritik oleh kelompok-kelompok hak asasi manusia karena melancarkan serangan membabi buta terhadap warga sipil dalam perang Suriah yang dimulai sejak Maret 2011 dan telah menewaskan lebih dari 250.000 orang.

EditorEgidius Patnistik
SumberAFP
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM