Konsultan Kampanye Prabowo Asal AS Buka Suara - Kompas.com

Konsultan Kampanye Prabowo Asal AS Buka Suara

Kompas.com - 16/07/2014, 13:14 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto didampingi Titiek Soeharto (kiri) bersama calon Wakil Presiden Hatta Rajasa dan Ibu Okke Rajasa (kanan) menghadiri acara penandatanganan Koalisi Merah Putih Permanen di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014). Ketua dan Sekjen Partai Politik pendukung pasangan Prabowo-Hatta yaitu Gerindra, PKS, PPP, Golkar, PBB, PAN, dan Demokrat, untuk menguatkan komitmennya menandatangani nota kesepahaman Koalisi Permanen mendukung Prabowo-Hatta.
JAKARTA, KOMPAS.COM — Rob Allyn, konsultan kampanye pasangan calon presiden Prabowo-Hatta, akhirnya buka suara setelah mendapat sejumlah tudingan miring.

Pria asal AS itu, dalam artikelnya di New Mandala (asiapacific.anu.edu.au/newmandala) pada Rabu (16/7/2014), membantah telah terlibat kampanye kotor atau kampanye hitam demi memenangkan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 20014. Ia menegaskan, rekam jejaknya sebagai konsultan media selama tiga dekade bersih, tanpa cacat. Ia justru meragukan hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga karena, menurut dia, lembaga-lembaga itu merupakan bagian dari tim kampanye Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).

Allyn, Ketua Margate House Films, dalam artikelnya di situs yang dikelola Australian National University (ANU) College of Asia and the Pacific itu mengaku bahwa pihaknya telah menangani iklan televisi untuk pasangan Prabowo-Hatta dalam kampanye pilpres lalu. Ia juga mengatakan, jasanya pernah dipakai Jokowi saat bertarung dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2012.

Beberapa berita di internet telah menuding Allyn berada di balik kampanye hitam yang merugikan pasangan Jokowi-JK. Ia bahkan disebut sebagai tukang pelintir (spin doctor) yang merancang segenap propaganda hitam untuk menghancurkan Jokowi.

Situs Indonesia-2014, yang dibuat Lembaga Survei Indonesia (LSI), menulis bahwa Allyn bukan orang sembarangan. "Dia perancang kampanye George Bush untuk menjadi Gubernur Texas, dan berada di tim pemenangan Bush untuk menjadi Presiden Amerika Serikat pada 2000 dan 2004. Namun yang paling penting dalam catatan prestasinya adalah ketika ia menjadi konsultan politik calon presiden Meksiko, Vincente Fox, segera sesudah Bush menang di AS. Berkat tangan dinginnya, Fox berhasil naik ke tampuk kekuasaan dengan menumbangkan Partai Revolusi Institusional yang sudah berkuasa selama 71 tahun," tulis situs itu.

Indonesia-2014, yang pemimpin umumnya dijabat Goenawan Mohamad, menulis bahwa Allyn telah malang melintang di dunia periklanan dan public relations di AS selama 25 tahun. Allyn tidak bekerja untuk memenangkan ideologi tertentu. Ia pebisnis, bukan politisi. "Apa yang terjadi di Indonesia saat ini khas karya-karya Allyn: penuh kebohongan, fitnah, rekayasa, dan pelintiran. Jokowi misalnya dituduh sebagai komunis, kafir, anti-Islam, Kristen, memiliki orangtua Tionghoa-Singapura. Begitu juga konsep Revolusi Mental, ini dituduh sebagai gagasan komunis. Di sepanjang proses pemfitnahan ini, beredar bukti-bukti hasil rekayasa, seperti foto, akta kelahiran atau bahkan surat nikah palsu," tulis Indonesia-2014 dalam artikel yang terbit pada 13 Juli 2014.

Elizabeth Pisani, penulis buku Indonesia Etc.: Exploring the Improbable Nation menyatakan hal yang senada tentang Allyn dalam artikelnya di New York Times terbitan Selasa. Pisani menulis, walau berkoar-koar akan melawan kekuatan perusahaan-perusahaan Amerika, Prabowo justru menyewa konsultan kampanye asal AS, Rob Allyn, seorang Republikan asal Texas, yang tahun 2000 bekerja dalam kampanye yang mendiskreditkan John McCain. Segera setelah Allyn masuk dalam tim Prabowo, kampanye hitam yang merugikan Jokowi pun bermunculan.

Allyn menyebut tudingan terhadapnya sebagai karya para penganut teori konspirasi. Ia mengatakan, banyak hal telah ditulis oleh para penganut teori konspirasi dan sejumlah situs "sinting" tentang pekerjaannya untuk demokrasi di Indonesia. Sejumlah akademisi dan wartawan, kata dia, telah disesatkan oleh informasi liar tidak akurat yang beredar di internet.

Ia menegaskan, "Kami mengantongi sejarah yang bersih, panjang, dan membanggakan dalam bekerja untuk demokrasi di seluruh dunia, dari 32 tahun kerja buat negara demokrasi pertama di dunia di negara asal saya Amerika Serikat ... hingga Tepi Barat Palestina setelah kesepakatan damai tahun 1999, yang dalam hal ini kami bekerja dengan visi jauh ke depan untuk membantu rencana kemerdekaan, negara Palestina merdeka dan demokratis ... hingga revolusi damai di Meksiko tahun 2000, yang dalam hal ini kami membantu Presiden Vicente Fox memenangi pemilu pertama yang benar-benar adil, jujur, dan kompetitif. Kerja kami telah membantu mengakhiri kekuasan 72 tahun partai berkuasa yang oleh seorang pemenang Hadiah Nobel pernah dicap sebagai 'kediktatoran yang sempurna'."

Ia membantah telah berlaku curang di Meksiko. Ia menegaskan kemenangan Fox di Meksiko dipuji para pemantau pemilu, seperti Carter Center, Lech Walesa, Nelson Mandela, serta Presiden Clinton dan sejumlah LSM reformis di seluruh dunia sebagai tonggak global bagi demokrasi yang bersih, jujur, dan adil.

Allyn mengatakan, perhatian utamanya dalam banyak kemenangan untuk demokrasi di Asia, Amerika Latin, dan Karibia adalah iklan televisi dengan isu-isu yang terfokus, positif, dan bersih. "Seperti kampanye media yang sangat sukses yang kami buat, tulis, rancang, rekam dan produksi untuk Jokowi saat pemilihan Gubernur Jakarta. Seperti telah dilaporkan baru-baru ini oleh media internasional yang bertanggung jawab, kami melakukan peran yang persis sama dalam kampanye untuk Prabowo-Hatta seperti yang kami lakukan untuk Jokowi: iklan televisi yang efektif berdasarkan penelitian yang baik."

Ia mengungkapkan, "Dalam pekerjaannya buat Jokowi dan Prabowo dan para presiden, perdana menteri, partai-partai, dan para pemimpin dunia di empat benua selama lebih dari tiga dekade... kami tidak ternoda dan tidak terlibat kasak-kusuk berbuat curang. Dalam kenyataannya, setelah iklan TV kami selesai ditayangkan dan para pemilih pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) di Indonesia, pekerjaan kami selesai, dan saya pulang ke AS."

Allyn mengatakan, kerjanya untuk pasangan Prabowo-Hatta telah disebut sebagai faktor kunci dalam membantu kliennya agar tidak jauh tertinggal dari Jokowi-JK dalam dua bulan terakhir masa kampanye, dan mungkin saja untuk memenangi kursi kepresidenan.

"Kita akan mengetahui itu pada 22 Juli, ketika hasil perhitungan suara sesungguhnya diumumkan (bukan satu setengah jam setelah TPS ditutup, ketika tim Jokowi dan sekutu medianya menyatakan kemenangannya yang prematur, yang hanya berdasarkan sebagian kecil sampel suara yang dihitung sejumlah lembaga survei pro-Jokowi)," kata Allyn.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorEgidius Patnistik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM