Rabu, 20 Agustus 2014

News / Internasional

Gempa 6,0 Skala Richter di Jepang, 17 Orang Luka Ringan

Senin, 5 Mei 2014 | 10:53 WIB
www.jma.go.jp Gempa berkekuatan 6,0 skala Richter mengguncang Jepang, Senin (5/5/2014) dini hari, dengan pusat gempa berada di barat daya Tokyo. Tak ada ancaman tsunami dari gempa ini.

TOKYO, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 6,0 skala Richter mengguncang Tokyo, Jepang, Senin (5/5/2014) dini hari. Pejabat setempat menyatakan bahwa gempa kuat ini menyebabkan 17 orang cedera ringan dan tak ada ancaman tsunami.

Saat gempa terjadi, Jepang sedang menikmati libur nasional. Namun, pagi hari mereka ternyata harus diawali dengan guncangan keras apartemen dan perkantoran.

Media lokal menyatakan, 17 orang luka karena terjatuh saat mencari tempat berlindung. Satu perempuan berusia 74 tahun di Tokyo mengalami pergeseran tulang bahu akibat jatuh itu.

Di luar itu, beberapa benda dilaporkan berjatuhan dari rak yang bergetar. Pusat gempa yang terjadi pada pukul 05.18 waktu setempat atau 03.18 WIB berada di dekat Pulai Izu-Oshima di barat daya Tokyo, berdasarkan data dari Badan Meteorologi Jepang (JMA).

Survei Geologi AS (USGS) mengatakan, gempa di Jepang ini berkekuatan 6,0 skala Richter, sebelumnya menyebutkan 5,8 skala Richter. Pusat gempa berada di kedalaman 155 kilometer dari permukaan tanah.

Meski demikian, gempa pagi ini merupakan yang terbesar pertama sejak gempa berkekuatan 9,0 skala Richter yang mengguncang kawasan ini pada Maret 2011. Gempa saat itu memicu tsunami dan menyebabkan jatuhnya korban 18.000 jiwa dan merusak instalasi listrik nuklir di Fukushima.

JMA menyatakan bahwa gempa dengan kedalaman seperti pagi ini biasanya tak diikuti dengan banyak gempa susulan. Namun, JMA tetap meminta warga untuk waspada hingga beberapa hari ke depan.

Sejumlah jalur kereta sempat berhenti tetap beberapa saat kemudian beroperasi kembali. Otoritas pengelola nuklir menyatakan tak ada kerusakan di instalasi nuklir di seantero Jepang, termasuk Fukushima Daiichi.

Jepang terletak di daerah pertemuan beberapa lempeng tektonik bumi dan mengalami sejumlah gempa berkekuatan relatif besar setiap tahun. Namun, otoritas setempat sudah membuat aturan ketat terkait bangunan untuk meminimalkan dampak gempa itu.


Penulis: Palupi Annisa Auliani
Editor : Palupi Annisa Auliani