Senin, 22 Desember 2014

News / Internasional

Obama Didesak Kirim Pasukan ke Ukraina

Senin, 24 Maret 2014 | 01:26 WIB
CNN Peta Ukraina berdasarkan penggunaan bahasa dalam percakapan sehari-hari

WASHINGTON, KOMPAS.com — Para legislator Amerika Serikat mendesak pemerintahan Presiden Barack Obama untuk mengirimkan sejumlah kecil pasukan dan peralatan militer ke Ukraina. Pasukan dan peralatan itu dinilai akan membantu Ukraina menghadapi Rusia yang mulai mengumpulkan tentaranya di perbatasan timur Ukraina.

"Anda dapat memberikan bantuan militer non-tempur yang memungkinkan mereka (Ukraina) membela diri," kata Ketua Komite Intelijen DPR Amerika Serikat, Mike Rogers, dalam wawancara "Meet the Press" di NBC, Minggu.

Selain itu, Rogers mendesak pula Obama mengirimkan pasokan medis, peralatan radio, dan sistem persenjataan pertahanan. Anggota Kongres asal Michigan ini memberikan catatan bahwa bukan berarti dia mendukung pengiriman pasukan Amerika untuk menghadapi Rusia yang sudah "merebut" Crimea dari Ukraina.

Sebelumnya, wakil penasihat keamanan nasional Tony Blinken, dalam wawancara dengan CNN, mengatakan bahwa pemerintahan Obama sedang mempertimbangkan setiap permintaan bantuan dari Ukraina, termasuk kemungkinan bantuan militer.

Namun, imbuh Blinken, efektivitas pengiriman bantuan juga menjadi pertimbangan yang tak kalah penting. "(Seperti) fakta bahwa jika bantuan itu dikirim ke Ukraina tetap tak akan mengubah perhitungan Rusia atau mencegah invasi."

Sementara itu, Senator Dick Durbin dari Partai Demokrat asal Illinois mengatakan dalam wawancara "Face the Nation" di CBS, pengiriman senjata ke Ukraina tidak boleh dikesampingkan. Untuk saat ini, ujar dia, bantuan sudah dikirimkan ke Ukraina berupa bahan bakar, peralatan lapangan, dan makanan untuk para tentara Ukraina yang lumpuh selama peralihan kekuasaan di negara itu.

Adapun Senator dari Partai Republik, Kelly Ayote, mengatakan dalam wawancara CBS tersebut bahwa Ukraina sudah meminta bantuan persenjataan ringan dari NATO. Menurut dia, Amerika Serikat harus mengirimkan bantuan peralatan komunikasi dan bantuan teknis untuk Ukraina sembari menambah sanksi ekonomi bagi Rusia.

Ayote yang membidangi masalah angkatan bersenjata di Senat menyebut Putin sebagai pengganggu. "Dan, pengganggu hanya mengerti ketika kita pukul tepat di hidungnya. Namun, kita perlu melakukannya lewat (cara) ekonomi (karena) itu langkah terkuat kita sekarang," ujar senator asal New Hampshire ini.

Veteran legislator asal Oklahoma dari Partai Republik, Tom Cole, dalam wawancara "This Week" di stasiun televisi ABC menyarankan Amerika agar menekan Rusia dengan melanjutkan pembicaraan pengembangan pertahanan rudal di Eropa Timur.

"Jika Anda benar-benar ingin menarik perhatian mereka... buka kembali negosiasi dengan Polandia dan Cekoslowakia tentang pertahanan anti-rudal balistik. Itu satu kartu yang saya pikir harus kita mainkan untuk benar-benar membangunkan mereka (yang ada) di Moskwa," kata Cole.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Palupi Annisa Auliani
Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber: Reuters