Malaysia Panggil Dubes AS dan Australia Terkait Tudingan Spionase - Kompas.com

Malaysia Panggil Dubes AS dan Australia Terkait Tudingan Spionase

Kompas.com - 03/11/2013, 16:26 WIB
Reuters Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman
Setelah Indonesia, giliran Malaysia yang protes atas tuduhan pemberitaan kegiatan mata-mata Australia di kawasan. Malaysia juga turut memanggil Duta Besar Australia untuk dimintai penjelasan.

Malaysia memanggil Duta Besar Amerika dan Australia terkait protes atas tuduhan kegiatan spionase yang dilakukan kedua negara itu di Asia.

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman mengatakan, negaranya pada Jumat lalu telah memanggil Duta Besar Amerika dan Australia untuk merespons nota keberatan atas tudingan kegiatan mata-mata yang dilakukan oleh kedua kedutaan besar itu di Kuala Lumpur.

Duta Besar AS diwakili oleh Wakil Duta Besar Lee McClenny karena Duta Besar sedang keluar kota. Demikian pernyataan Menlu tanpa memberikan keterangan lebih lanjut soal isi pertemuan tersebut.

Anifah Jumat lalu juga bertemu dengan mitra kerjanya, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop dalam kegiatan sampingan dalam pertemuan regional di Perth. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas laporan itu yang memicu kemarahan di kalangan publik Malaysia.

"Dia lebih lanjut menyampaikan kegiatan spionase seperti itu tidak seharusnya dilakukan di kalangan negara yang bersahabat karena dapat merusak hubungan yang sudah ada," demikian tulis pernyataan resmi yang diterbitkan Kementrian Luar Negeri Malaysia. Kedua pihak akan bekerja sama mengelola situasi dan menghindari isu ini berdampak pada hubungan bilateral kedua negara.

China dan Indonesia telah lebih dahulu meminta penjelasan atas laporan yang menyebutkan misi diplomatik Canberra digunakan untuk memonitor percakapan telepon dan mengumpulkan data sebagai bagian dari kegiatan pengawasan Amerika.

Indonesia juga telah memanggil kedua duta besar Australia dan Amerika Serikat, sementara China meminta klarifikasi dari kedua pihak.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menggambarkan kegiatan mata-mata itu sebagai tindakan yang tidak adil.

Reaksi dari negara-negara Asia Tenggara yang turut disebutkan di dalam media Australia lebih sepi. Thailand, Kamboja, dan Myanmar memilih tidak mempersoalkan isu ini.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Jhon Kerry pekan ini mengakui kegiatan spionase Amerika terkadang memang berlebihan. Belakangan, Washington telah berusaha memperbaiki hubungannya dengan Asia untuk mengimbangi kekuatan China yang terus tumbuh.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorEgidius Patnistik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM