NSA Dituduh Juga Sadap Komunikasi Vatikan - Kompas.com

NSA Dituduh Juga Sadap Komunikasi Vatikan

Kompas.com - 30/10/2013, 22:14 WIB
AFP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTE Paus Fransiskus menyeka hidung saat ia tiba untuk pertemuan umum mingguan di Alun-alun Santo Petrus di Vatikan, 9 Oktober 2013.
ROMA, KOMPAS.com — Berita terkait skandal penyadapan dinas intelijen AS ternyata belum berakhir. Kali ini sebuah majalah mingguan Italia, Panorama, Rabu (30/10/2013), mengklaim intelijen AS juga menyadap para kardinal yang mengikuti sidang konklaf pada Maret lalu.

"Badan Keamanan Nasional (NSA) menyadap komunikasi Paus," kata majalah itu.

Lebih jauh, Panorama menuding, intelijen AS juga menyadap semua pembicaraan telepon dari dan ke Vatikan, termasuk di apartemen yang ditempati Kardinal Jorge Mario Bergoglio, sebelum terpilih menjadi Paus.

Tudingan ini menyusul sebuah laporan di situs Cryptome yang menyebut intelijen AS menyadap 46 juta pembicaraan telepon di Italia dalam kurun waktu Desember 2012 hingga awal Januari 2013.

"Di antara yang disadap termasuk pembicaraan telepon keluar masuk Vatikan," ujar Panorama.

"Dikhawatirkan telinga AS mendengarkan semua pembicaraan para kardinal di malam menjelang konklaf," tambah Panorama.

Akibatnya, timbul kecurigaan pembicaraan soal Paus baru juga dipantau intelijen AS. Penyadapan terhadap Vatikan dan Paus Fransiskus ini nampak wajar, apalagi menurut Wikileaks dinas intelijen AS sudah menaruh perhatian terhadap Kardinal Bergoglio sejak 2005.

Lebih jauh, Panorama menulis hasil penyadapan komunikasi itu kemudian oleh NSA dipilah-pilah ke dalam empat kategori, yaitu masalah kepemimpinan, ancaman terhadap sistem keuangan, kebijakan luar negeri, dan hak asasi manusia.

Sementara itu, Juru Bicara Vatikan Federico Lombardi mengatakan, pihaknya belum mendengar soal penyadapan itu dan tidak terlalu memedulikannya. Jika kabar penyadapan ini benar, insiden ini akan menjadi pukulan memalukan bagi Vatikan yang dikenal dengan ketertutupan dan kerahasiaannya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErvan Hardoko
Sumber
Komentar