Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Internasional

Harga Sapi Australia Melonjak akibat Permintaan Indonesia

Selasa, 29 Oktober 2013 | 08:31 WIB
ABC Sapi siap ekspor di Pelabuhan Darwin, Australia
Harga sapi ekspor di Australia melonjak ke kisaran 2,1 dollar Australia atau setara Rp 21.000 per kilogram akibat meningkatnya permintaan dari Indonesia yang mencapai level tertinggi sejak 2011 ketika larangan ekspor sapi diberlakukan secara sepihak oleh Australia.

Laporan dari Indonesia yang diperoleh ABC menyebutkan akan adanya izin impor bagi tambahan 100.000 ekor sapi kuartal terakhir 2013 ini. Namun, angka pastinya memang belum dikonfirmasi.

Asosiasi Eksportir Ternak Australia (ALEC) menyatakan, tambahan izin impor itu di luar dari 46.000 ekor yang diizinkan sebelumnya.

Menurut Sid Parker, dari South East Asian Livestock Services, tambahan izin dari kurangnya pasokan sapi di utara Australia merupakan faktor melonjaknya harga.

"Tahun ini tidak diperkirakan sama sekali harga akan melebihi 1,90 dollar per kilogram. Tetapi, begitu Indonesia membuka pintu dengan tambahan izin impor ini dan karena kurangnya pasokan, menyebabkan banyak orang mau membeli semua persediaan ternak dan memicu kenaikan harga," jelas Parker.

Ia menambahkan, harga pada kisaran sekarang merupakan yang tertinggi sejak tahun 2011.

Luke Bowen, dari Asosiasi Peternak Northern Territory, mengatakan, Indonesia ingin secepatnya menurunkan harga daging di pasaran di Indonesia. "Permintaan sapi semakin tinggi setiap harinya," kata Bowen.

Sid Parker menambahkan, kalangan industri ternak di Australia berharap Indonesia meninjau kembali ketentuan berat badan bagi sapi-sapi impor. Dengan ketentuan tersebut, saat ini berat badan sapi yang bisa masuk tidak boleh lebih dari 350 kg.

Bergairahnya kembali industri ternak sapi di Australia karena permintaan pasar dari Indonesia ini akan menjadi kabar baik bagi kalangan industri yang akan melakukan pertemuan tahunan pekan ini.

Editor : Egidius Patnistik
Sumber: ABC Australia