AS: Berita "Le Monde" Tak Akurat dan Menyesatkan - Kompas.com

AS: Berita "Le Monde" Tak Akurat dan Menyesatkan

Kompas.com - 23/10/2013, 10:57 WIB
AP Menlu Perancis Laurent Fabius (kanan) saat bertemu Menlu AS John Kerry menyampakan kekecewaan atas aksi spionase AS.
WASHINGTON, KOMPAS.COM — Kepala intelijen AS, Selasa (22/10/2013), mengatakan, artikel yang diterbitkan harian Perancis Le Monde tentang kegiatan spionase Amerika di luar negeri "berisi informasi yang tidak akurat dan menyesatkan."

Direktur Intelijen Nasional AS, James Clapper, mengatakan, tuduhan spesifik bahwa Badan Keamanan Nasional (NSA) mengumpulkan lebih dari 70 juta "data rekaman telepon warga Perancis'" tidak tepat.

"Walau kami tidak akan membahas rincian dari kegiatan kami, kami telah berulang kali menegaskan bahwa Amerika Serikat mengumpulkan data intelijen dari jenis yang dikumpulkan oleh semua negara," kata Clapper dalam sebuah pernyataan. "AS mengumpulkan data intelijen untuk melindungi negara, kepentingan AS, dan sekutunya dari, antara lain, ancaman semacam terorisme dan proliferasi senjata pemusnah massal."

Le Monde yang mengutip dokumen hasil bocoran mantan analis intelijen Edward Snowden, Senin, melaporkan bahwa NSA merekam 70.300.000 panggilan telepon di Perancis selama 30 hari, antara 10 Desember dan 8 Januari 2013. Harian itu juga mengatakan, sejumlah dokumen itu memberikan alasan untuk berpikir bahwa NSA menyasar tidak hanya orang yang diduga terlibat terorisme, tetapi termasuk individu penting di dunia bisnis atau politik.

Laporan itu masih dilanjutkan pada Selasa dengan rincian tentang AS memata-matai kedutaan Perancis di seluruh dunia.

Presiden Perancis Francois Hollande dalam panggilan telepon dengan Presiden Barack Obama telah menyampaikan "keberatan yang mendalam," demikian kata kantor Hollande. Presiden Perancis itu menegaskan bahwa praktik-praktik seperti itu "tidak dapat diterima di antara para teman dan sekutu."

Sementara itu, di Paris, Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius, menggunakan pertemuan sarapan pagi dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry untuk menuntut penjelasan lengkap tentang hal itu.

Clapper, dalam pernyataan singkatnya, berusaha meredakan ketegangan terkait berita itu dengan menyoroti hubungan yang erat antara Washington dan Paris. " Amerika Serikat menghargai persahabatan dan aliansi lama dengan Perancis dan ke depan kami akan terus bekerja sama terkait masalah keamanan dan intelijen," katanya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorEgidius Patnistik
SumberAFP,
Komentar

Close Ads X