Rabu, 16 April 2014

News / Internasional

Kemitraan Trans Pasifik, Fokus Utama Forum APEC di Bali

Jumat, 13 September 2013 | 08:29 WIB
Reuters Para delegasi dalam perundingan Trans-Pacific Partnership (TPP) di Singapura 13 Maret lalu. TPP akan menjadi salah satu fokus utama Forum APEC di Bali Oktober mendatang.
WASHINGTON DC, KOMPAS.COM - Trans Pacific Partnership (TPP) atau Kemitraan Trans Pasifik menjadi salah satu target utama dalam Forum Kerjasama Asia Pasifik (APEC) yang akan dilangsungkan di Bali-Indonesia bulan Oktober nanti. Sejumlah pejabat Amerika menyatakan hal ini dalam “Asian Architecture Conference” yang diselenggarakan CSIS di Washington DC hari Kamis (12/9).

Trans Pacific Partnership  (TPP) atau Kemitraan Trans Pasifik  – yaitu suatu konsep perdagangan bebas yang menjadikan lautan Pasifik sebagai wahana di mana barang, jasa dan investasi bebas bergerak, diyakini akan menjadi salah satu fokus utama dalam Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) bulan Oktober nanti.

Wakil Amerika di APEC Bart Peterson yang ditemui di sela-sela “Asian Architecture Conference” di CSIS Washington DC hari Kamis mengatakan, TPP adalah target utama untuk dirampungkan dalam forum APEC di Bali.

“Kemitraan Trans Pasifik adalah kesempatan emas – satu lagi langkah lain menuju perjanjian perdagangan bebas bagi negara-negara Asia Pasifik, yang menjadi tujuan sesungguhnya bagi APEC dan komunitas bisnis di dalam APEC.  Jadi kami benar-benar berharap agar Kemitraan Trans Pasifik ini akan dirampungkan segera dan tidak saja menjadi model perjanjian perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik tetapi juga di seluruh dunia,” kata Peterson.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik Kurt Campbell yang juga ditemui di CSIS mengatakan memang ada desakan kuat untuk merampungkan perjanjian Kemitraan Trans Pasifik tahun ini, sehingga tak salah jika hal ini menjadi salah satu fokus dalam pertemuan APEC di Bali.  

“… Sangat terkait dengan APEC, memang ada dorongan kuat untuk merampungkan Kemitraan Trans Pasifik, yang akan ikut menyeimbangkan dan memperkuat keterlibatan dengan mitra-mitra lama dan baru, karena TPP ini menetapkan aturan-aturan perdagangan yang jelas,” kata Campbell.

Kemitraan Trans Pasifik digagas oleh Amerika dan blok negara-negara maju yang tergabung dalam G8 dan diharapkan mulai berjalan sebelum akhir tahun 2013.  Negara-negara yang masuk dalam TPP adalah Amerika, Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura dan Vietnam.  Bulan Maret lalu Jepang secara mengejutkan memutuskan untu ikut bergabung dalam TPP.  Ke-12 negara ini kemudian mengadakan perundingan putaran ke 18 di Kinabalu – Malaysia pada bulan Juli dan akan kembali bertemu dalam forum APEC di Bali – Indonesia Oktober nanti.

Muncul dugaan kemitraan baru ini dimaksudkan untuk memblokir pengaruh China di kawasan Asia Pasifik.

Namun China telah mendorong terbentuknya blok perdagangan bebas tandingan – Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional – yang mencakup 10 negara ASEAN – ditambah China, India, Jepang, Selandia Baru, Australia dan Korea Selatan.  Blok perdagangan ini tidak mengikutsertakan Amerika.  Blok ini diluncurkan dalam pertemuan puncak ASEAN tahun 2011 di Indonesia dan perundingan resmi pertama dilakukan dalam pertemuan puncak ASEAN tahun 2012 di Kamboja.

Penasehat Senior CSIS Ernest Z. Bower mengatakan sebaiknya semua pihak menunggu pengumuman penting terkait Kemitraan Trans Pasifik yang akan diumumkan dalam forum APEC nanti.

“Pemerintah Amerika telah menegaskan bahwa APEC adalah forum ekonomi yang sangat penting bagi Amerika dan kita sebaiknya menunggu suatu pengumuman penting tentang TPP di APEC nanti.  Akan ada kemajuan signifikan tentang TPP dan mereka sedang bekerja keras untuk merampungkan konsensus tersebut.  (Ada bocoran apa pengumuman penting itu?).  Perkiraan saya, akan ada pengumuman tentang kesepakatan penting terkait pajak!”.

Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik APEC akan diselenggarakan di Bali – Indonesia tanggal 5 – 7 Oktober 2013.  Tema besar pertemuan itu adalah “Resilient Asia Pacific : Engine of Global Growth” atau “Keuletan Asia Pasifik: Mesin Pertumbuhan Global”.  Isu-isu lain yang akan dibahas dalam forum ini antara lain peningkatan perdagangan kawasan yang lebih terbuka, penguatan peran APEC dalam investasi, pertumbuhan berkelanjutan dan penguatan ketahanan ekonomi kawasan lewat pembangunan konektivitas.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Egidius Patnistik
Sumber: VOAINDONESIA