Kamis, 27 November 2014

News / Internasional

Pakar: Pemusnahan Senjata Kimia Suriah Akan Sulit

Kamis, 12 September 2013 | 07:57 WIB
SHAAM NEWS NETWORK / AFP Foto yang dirilis kantor berita oposisi Suriah, Shaam, menampilkan para aktivis oposisi tengah memeriksa korban tewas yang diklaim akibat serangan senjata kimi di Ghouta, dekat Damaskus, Suriah.
KOMPAS.com — Beberapa pakar senjata kimia mengatakan, upaya internasional apa pun untuk mengawasi persenjataan gas saraf yang sangat luas di Suriah dan kemudian memusnahkannya akan merupakan suatu tugas yang luar biasa sulit. Pakar-pakar ini mengatakan kepada VOA, ini merupakan misi yang membutuhkan puluhan tahun untuk menyelesaikannya.

Memusnahkan senjata-senjata kimia dalam keadaan terbaik pun sulit, dan secara signifikan jauh lebih berbahaya di Suriah, tempat pertempuran antara pasukan yang mendukung Presiden Bashar al-Assad dan para pemberontak yang ingin menggulingkannya masih berkecamuk.

Direktur riset pada Asosiasi Pengawasan Senjata yang bermarkas di Washington, Tom Colina, mengatakan berbagai kendala pada masa perang ini dapat luar biasa beratnya dan tidak pernah dilakukan.

Seorang pakar senjata pemusnah massal di Universitas George Mason, Gregory Koblentz, ragu bahwa Suriah akan benar-benar menyerahkan persediaan sarin, gas mustard, dan VX yang mematikan.

Para analis mengatakan bahwa mereka percaya Suriah memiliki persediaan senjata kimia terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika dan Rusia, yang akan memusnahkan persediaan mereka. Collina mengatakan memusnahkan senjata kimia Suriah akan sulit.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Egidius Patnistik
Sumber: VOAINDONESIA