Jumat, 25 April 2014

News / Internasional

KTT G-20 Dibayangi Rencana Serangan ke Suriah

Kamis, 5 September 2013 | 15:21 WIB
Sky News Presiden Barack Obama dan Presiden Vladimir Putin.
ST PETERSBURG, KOMPAS.com — Situasi politik terkait rencana intervensi militer ke Suriah tampaknya akan mendominasi pembicaraan antara para pemimpin dunia dalam KTT G-20 di St Petersburg, Rusia.

Presiden AS Barack Obama telah memperingatkan bahwa kredibilitas komunitas internasional dipertaruhkan dan dia menegaskan bahwa dunia tidak bisa tinggal diam menghadapi barbarisme Suriah.

KTT di St Petersburg ini juga diwarnai memburuknya hubungan AS dan Rusia terkait masalah lain, yaitu keputusan Rusia memberi suaka sementara untuk pembocor informasi intelijen Edward Snowden.

Rencana pembicaraan empat mata antara Barack Obama dan Presiden Vladimir Putin hampir pasti gagal karena sangat jelas kedua pemimpin itu berbeda pendapat soal serangan senjata kimia di Suriah.

Tema besar KTT—yang tadinya akan difokuskan untuk membahas isu ekonomi global—kabarnya juga akan diganti untuk memberikan "pemisah" antara Obama dan Putin.

Presiden Obama bahkan mengatakan, dia sudah "menabrak tembok" dengan Putin, yang telah memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan militer tanpa restu PBB adalah sebuah agresi dan pelanggaran hukum internasional.

Putin menyatakan, dia hanya akan mendukung serangan militer jika terdapat bukti yang sangat kuat bahwa Pemerintah Suriah adalah dalang serangan pada 21 Agustus lalu itu.

Bahkan Putin melempar amunisi baru yang semakin mengganggu hubungan kedua negara, setelah dia menuding Menteri Luar Negeri AS John Kerry sebagai seorang pendusta.

Menurut Putin, penyangkalan Putin bahwa Al Qaeda ikut bertempur di Suriah bersama kelompok oposisi merupakan fakta yang tidak menyenangkan dan mengejutkan.

"Dia berbohong, dan dia tahu bahwa dia berbohong. Ini menyedihkan," ujar Putin.


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: Sky News