Selasa, 21 Oktober 2014

News / Internasional

Rusia : AS Akan Ulangi "Petualangan" Irak jika Serang Suriah

Minggu, 25 Agustus 2013 | 22:58 WIB
STR/AFP Dua edakan di Tripoli Lebanon, terjadi di dua masjid utama di kawasan utara Damaskus itu, Jumat (23/8/2013). Jumlah korban terus bertambah, dan pada Jumat malam setidaknya sudah terdata 42 orang tewas, menjadikannya insiden dengan korban jiwa terburuk sesudah era perang saudara Lebanon pada 1975-1990. Ledakan ini diduga terkait konflik sektarian yang merupakan rembetan perang sipil di Suriah.

MOSKWA, KOMPAS.com — Rusia menyatakan tindakan yang dilakukan oleh negara-negara Barat yang tergabung dalam pasukan PBB, yang menyerang Suriah, akan mengulang kembali "petualangan" sebagaimana yang terjadi di Irak.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich menjelaskan, jika negara-negara Barat yang dipimpin AS memaksakan untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia oleh tentara Suriah, hal itu dinilai sebagai strategi yang salah.

"Untuk itu, kami secara tegas menyatakan bahwa dengan memaksakan penyelidikan, hal itu akan meningkatkan kemungkinan dilakukannya operasi militer di Suriah dan akan mengulangi kesalahan yang tragis seperti di Irak," jelasnya, Minggu (25/8/2013).

Menurutnya, langkah-langkah itu akan mengulangi kejadian satu dekade yang lampau ketika Amerika Serikat memutuskan menyerang Irak karena dipicu oleh informasi yang salah mengenai senjata pemusnah massal yang digunakan negara itu.

Sebelumnya, PBB menyatakan bahwa pemeriksaan penggunaan senjata kimia oleh Suriah secepat-cepatnya dilakukan pada Senin setelah Damaskus menyetujui penyelidikan oleh pejabat tinggi PBB, Angela Kane.

Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Sumber: AFP