Senin, 15 September 2014

News / Internasional

Australia Selenggarakan Pemilu pada 7 September

Minggu, 4 Agustus 2013 | 18:24 WIB
Kompas.com/ERICSSEN Kevin Rudd

CANBERRA, KOMPAS.com — Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, Minggu (4/8/2013), mengumumkan bahwa pemilu akan diselenggarakan pada 7 September, menggantikan tanggal 14 September yang ditetapkan PM sebelumnya, Julia Gillard.

Ketika mengumumkan tanggal pemilu ini, PM Rudd mengatakan bahwa pemilu akan menjadi ajang bagi warga Australia untuk memilih siapa yang paling mampu membawa keseimbangan bagi warga Australia.

"Dalam pemilu ini, warga Australia akan memutuskan siapa yang mereka paling percayai untuk membawa mereka ke jalan guna memastikan agar standar kehidupan dan keamanan kita tetap terjaga," ujarnya.

Rudd mengatakan, reformasi yang dilakukan Partai Buruh ketika memerintah sebelumnya telah membantu dia menjadi tokoh nasional seperti sekarang ini.

"Dari seorang anak daerah pedesaan di Queensland, yang orangtuanya tidak tamat sekolah dasar, anaknya bisa menamatkan universitas dan akhirnya menjadi perdana menteri," ujarnya.

Dalam jumpa pers tersebut, Rudd menawarkan diri untuk melakukan debat dengan pemimpin partai oposisi Tony Abbott di Sky News, dan juga menawarkan lima stasiun televisi nasional untuk mewawancarai dia satu per satu.

Dalam reaksinya, Tony Abbott juga menyetujui pendapat Kevin Rudd bahwa pemilu mendatang adalah kesempatan bagi warga Australia untuk memilih.

"Ini adalah pilihan Anda, bukan pilihan kaukus partai, bukan pilihan orang-orang di balik layar pemerintahan, ini adalah pilihan Anda," kata Abbott.

Tony Abbott juga menyoroti perpecahan di kalangan Partai Buruh selama memerintah. Dia mengatakan warga Australia memiliki pilihan antara mereka yang kompak selama 3 tahun sebagai pihak oposisi dan pemerintah yang memiliki kebijakan yang berubah dari satu minggu ke minggu berikutnya.

"Kami siap, tim saya sudah siap, Anda sudah melihat kami selama tiga tahun, kami kompak, stabil dan kuat. Kami tidak akan mengecewakan Anda," tambahnya.

Koresponden Kompas.com di Australia, L Sastra Wijaya, melaporkan, masa kampanye akan berlangsung selama 34 hari. Di Australia, yang memiliki penduduk sekitar 23 juta jiwa, warga negaranya harus memberikan suara dalam pemilu.

Penulis: L Sastra Wijaya
Editor : Bambang Priyo Jatmiko