Sabtu, 1 November 2014

News / Internasional

Intelijen AS: Israel Gagal Hancurkan Persenjataan Suriah

Jumat, 2 Agustus 2013 | 17:09 WIB
www.israeldefense.com Media Israel merilis citra satelit hasil serangan udara Israel di kota Latakia, Suriah, menunjukkan sebuah gudang yang hancur akibat serangan tersebut.
NEW YORK, KOMPAS.com - Serangan udara Israel yang mengincar gudang senjata Suriah beberapa waktu lalu, ternyata gagal menghancurkan semua rudal anti-kapal perang buatan Rusia yang dimiliki negeri itu.

Informasi itu disampaikan seorang pejabat senior Amerika Serikat yang menambahkan Israel nampaknya akan menggelar serangan udara baru ke Suriah. Kabar ini dilaporkan harian The New York Times, Kamis (1/8/2013).

Pesawat-pesawat tempur Israel menyerang sebuah lokasi militer Suriah di kota pelabuhan Latakia pada 5 Juli lalu. Di lokasi itulah Suriah menyimpan rudal-rudal Yakhont buatan Rusia.

Pada 6 Juli, media massa Israel merilis citra satelit loaksi yang diserang Israel. Dalam citra satelit itu terlihat sebuah gudang yang hancur dan sejumlah lokasi penyimpanan lain yang juga diserang namun tak sepenuhnya rusak.

"Para analis intelijen AS menyimpulkan bahwa sejumlah rudal Yakhont sudah dilepas dari peluncurnya dan dipindahkan dari gudang itu sebelum serangan berlangsung," demikian laporan The New York Times.

Menyusul serangan udara itu, angkatan darat Suriah membakar sejumlah peluncur rudal dan kendaraan di lokasi yang diserang agar Israel menganggap serangannya berhasil.

"Sebuah pesawat Israel terbang di sebelah timur Laut Tengah, lalu menembakkan rudal udara ke darat dan tidak pernah memasuki wilayah udara Suriah," lanjut The New York Times.

Laporan ini menepis laporan sebelumnya yang mengatakan bahwa serangan itu dilakukan sebuah kapal selam.

Serangan itu dilakukan Israel untuk memastikan Hezbollah tidak akan mendapatkan persenjataan canggih dan strategis dari Suriah.

Pada Januari, jet-jet tempur Israel menyerang konvoi pengangkut rudak darat ke udara SA-17 buatan Rusia yang diyakini akan dikirimkan untuk Hezbollah di Lebanon.

Lalu pada Mei, Israel juga menyerang pengiriman rudal Fateh-110 buatan Iran yang akan dikirimkan untuk Hezbollah melalui Suriah.

Rudal Fateh itu diyakini bisa menghantam Tel Aviv dan sebagian besar wilayah Israel jika ditembakkan dari Lebanon.


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: Al Arabiya