Kamis, 24 April 2014

News / Internasional

Kota Detroit di AS Bangkrut

Jumat, 19 Juli 2013 | 08:48 WIB
BBC Jumlah populasi di Detroit menurun tajam dengan angka kriminalitas dan korupsi yang tinggi.
DETROIT, KOMPAS.com — Detroit di Negara Bagian Michigan menjadi kota terbesar di AS yang mengajukan kebangkrutan dengan utang sedikitnya 15 miliar dollar atau sekitar Rp 151 triliun.

Manajer darurat yang ditunjuk negara bagian, Kevyn Orr, meminta hakim federal untuk memasukkan kota ini dalam proteksi kebangkrutan. Jika disetujui, dia akan diizinkan untuk melikuidasi aset kota untuk membayar kreditor dan pensiunan.

Bulan lalu Detroit telah menghentikan pembayaran utang tak aman untuk menjaga agar kota bisa tetap berjalan di saat Orr bernegosiasi dengan kreditor.

Dia mengajukan usulan kesepakatan pada bulan lalu di mana kreditor bisa menerima 10 sen atas setiap dollar yang terutang. Tetapi, dua yayasan pensiun yang mewakili para pensiunan pekerja kota menolak rencana tersebut.

Pengajuan kebangkrutan pada Kamis (18/7/2013) kemarin mengemuka beberapa hari menjelang persidangan yang berupaya untuk menghentikan upaya kota untuk membuat kebijakan semacam itu.

Orr menyebutkan bahwa ada peluang 50-50 bagi kota untuk mengajukan kebangkrutan. Dia juga mengatakan utang jangka panjang kota berkisar antara 17 miliar dollar dan 20 miliar dollar.

Satu-satunya alternatif

Dalam keterangan pers kemarin, Orr mengatakan pengajuan kebangkrutan merupakan "langkah pertama untuk mengembalikan kota". Wali Kota Detroit Dave Bing yang turut memberikan keterangan pers mengatakan warga harus membuat sebuah permulaan yang baru.

"Saya sungguh tidak ingin mengambil jalur ini—tetapi sekarang kita di sini, kita harus melakukan yang terbaik,'' kata Bing.

Wali Kota juga memberi jaminan bagi warga bahwa kota akan tetap buka dan gaji akan tetap dibayar meski mengajukan kebangkrutan. "Pembayaran gaji bagi pegawai kota akan tetap berlanjut, pelayanan terus berlanjut,'' katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Michigan, Rick Snyder, mengatakan, dia telah menyetujui permintaan Orr untuk mengajukan kebangkrutan. "Hanya satu jalur yang memungkinkan sebagai tawaran untuk jalan keluar," kata Snyder seraya menambahkan bahwa warga perlu jalan keluar yang jelas dari "putaran penurunan pelayanan".

"Satu-satunya cara untuk melakukan hal itu adalah secara radikal merestrukturisasi kota dan mengubah diri tanpa terbebani oleh kewajiban yang mustahil."

"Jelas bahwa darurat keuangan di Detroit tidak bisa diselesaikan dengan sukses diluar kebijakan pengajuan kebangkrutan dan itu adalah satu-satunya alternatif yang tersedia."

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan secara cermat mengawasi perkembangan di Detroit. "Di saat para pemimpin di lapangan di Michigan dan kreditor kota memahami bahwa mereka harus mencari solusi dalam tantangan krisis keuangan yang serius di Detroit, kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan kemitraan yang kuat dengan Detroit di saat bekerja untuk memulihkan dan merevitalisasi dan menjaga statusnya sebagai salah satu kota terbaik Amerika,'' kata Juru Bicara Gedung Putih Amy Brundage.

Sejumlah pengamat menilai kondisi ini bisa membuat operasi bisnis di Detroit kemungkinan terganggu.

Populasi turun

Detroit sebelumnya dikenal sebagai salah satu kota manufaktur terbesar di AS, tetapi dalam beberapa waktu terakhir mengalami masalah keuangan yang didorong oleh sejumlah faktor, termasuk pengurangan jumlah populasi yang tajam. Di antara tahun 2000 hingga 2010, jumlah warga menurun sebesar 250.000 karena pindah.

Angka kriminalitas di kota ini juga mencapai rekor tertinggi dalam 40 tahun terakhir dengan hanya sepertiga ambulans yang berfungsi di tahun 2013.

Penurunan investasi pada lampu jalan dan pelayanan darurat membuat polisi kesulitan mengatasi kriminalitas. Pemerintahan Detroit juga tersandung serangkaian skandal korupsi dalam beberapa tahun terakhir.

Detroit adalah kota terbesar di AS yang mengajukan kebangkrutan, sebelumnya tiga kota di California—Stocton, Mammoth, dan San Bernardino—juga mengajukan kebangkrutan di tahun 2012.

Sementara di tahun 2011, Harrisburg, Pennsylvania juga berupaya mengajukan hal serupa meski kebijakan itu kemudian dinyatakan tidak sah.

Editor : Egidius Patnistik
Sumber: BBC Indonesia