Jumat, 19 September 2014

News / Internasional

Sudah Tiga Hari, Pasukan Suriah Gempur Kota Homs

Senin, 1 Juli 2013 | 20:44 WIB
AFP Pasukan pemberontak Suriah.
DAMASKUS, KOMPAS.com - Pasukan yang loyal kepada Presiden Bashar al-Assad, Senin (1/7/2013), dibantu para pejuang Hezbollah melanjutkan serangan mereka ke kota Homs, Suriah tengah.

Namun, menurut Lembaga Pemantau HAM Suriah, setelah tiga hari menyerang Homs, pasukan Suriah dan Hezbollah belum menghasilkan gerakan maju yang signifikan.

"Kota Homs, khususnya kawasan pemberontak, dihujani tembakan dengan sangat hebat. Namun, pasukan pemerintah belum bergerak maju," kata Direktur Lembaga Pemantau HAM Suriah, Rami Abdel Rahman.

Pasukan Suriah, lanjut Rami, menghujani kawasan Khaldiyeh dan Kota Tua dengan tembakan berbagai jenis peluru. Selama lebih dari satu tahun, pasukan Suriah belum berhasil merebut kedua distrik itu.

"Pertempuran pecah di perbatasan distrik. Pasukan pemerintah dan milisi Pasukan Pertahanan Nasional, kehilangan 32 orang hari ini," ujar Rami.

"Kami bisa memastikan bahwa Hezbollah terlibat dalam pertempuran di garis depan Khaldiyeh, mereka menggunakan kawasan Zahra (yang mayoritas penduduknya adalah kelompok Alawi) sebagai basis," lanjut Rami.

Sebagian besar penduduk Suriah adalah kelompok Muslim Sunni, namun Presiden Bashar al-Assad datang dari komunitas Alawi yang merupakan cabang dari Syiah.

Homs, yang terletak antara Damaskus dan pesisir Suriah, memiliki nilai strategis yang tinggi dalam konflik Suriah. Homs bahkan mendapat julukan "ibu kota revolusi".

Editor : Ervan Hardoko
Sumber: Al Arabiya