Jumat, 28 November 2014

News / Internasional

Perebutan Al-Qusair Dimulai

Selasa, 21 Mei 2013 | 07:30 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Pasukan Pemerintah Suriah dan milisi Hezbollah dari Lebanon terlibat pertempuran sengit dengan pasukan oposisi Suriah, Senin (20/5), untuk memperebutkan kota strategis Al-Qusair. Pihak pemerintah mengklaim telah berhasil menguasai pusat kota itu.

Televisi Pemerintah Suriah mengabarkan, pasukan pemerintah telah menguasai gedung wali kota dan bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Pasukan pemerintah juga dikabarkan telah mengosongkan jalan raya di sebelah barat daya kota Al-Qusair untuk memberi jalur keluar yang aman bagi penduduk sipil.

Namun, Luwai Miqdad, pejabat Koalisi Nasional Suriah (NC)—yang merupakan payung utama kubu oposisi—membantah klaim Pemerintah Suriah itu. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Arabiya, ia mengatakan, pasukan oposisi masih mengontrol pusat kota Al-Qusair.

Miqdad juga membantah jatuhnya garis pertahanan pasukan oposisi di bagian selatan dan timur kota Al-Qusair ke tangan pasukan pemerintah.

Al Arabiya secara khusus juga menayangkan gambar pusat kota Al-Qusair yang masih di bawah kontrol pasukan oposisi. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, yang memantau perkembangan Suriah dari Kairo, Mesir.

Miqdad mengakui bahwa kota strategis yang terletak dekat perbatasan Lebanon itu kini dalam keadaan terkepung dan terus digempur menggunakan jet-jet tempur dan tembakan artileri.

Pasukan Damaskus menggempur Al-Qusair dengan tank dan artileri dari arah timur dan utara. Sementara milisi Hezbollah menggempur dengan mortir dari arah selatan dan barat.

Khawatir pembantaian

Direktur organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di London, Inggris, Rami Abdel Rahman mengatakan, jika pasukan rezim berhasil menguasai kota itu, kota-kota lain di Provinsi Homs akan segera ikut jatuh.

Menurut catatan SOHR, hingga Senin, jumlah korban tewas akibat pertempuran di Al-Qusair terdiri atas 52 warga sipil dan 48 anggota pasukan pemerintah, oposisi, dan Hezbollah.

SOHR menyebut, sedikitnya 23 anggota pasukan elite Hezbollah tewas dalam pertempuran itu. Pihak Hezbollah sendiri hanya mengakui 16 anggotanya yang tewas dalam pertempuran di Al-Qusair dan 60 orang lainnya luka-luka.

Abdel Rahman mencemaskan akan terjadi pembantaian jika pasukan pemerintah memasuki Al- Qusair.

NC menyerukan kepada Liga Arab dan masyarakat internasional untuk menyelamatkan kota itu dari kemungkinan aksi pembantaian oleh pasukan pemerintah dan milisi Hezbollah.

NC juga meminta para menteri luar negeri Arab segera menggelar pertemuan darurat untuk membahas penyelamatan Al-Qusair.

NC juga meminta DK PBB mengecam keterlibatan milisi Hezbollah dan Iran dalam pertempuran di kota itu. Media Arab menyebut pertempuran Al-Qusair berdimensi regional karena keterlibatan Hezbollah dalam pertempuran itu.

Kota Al-Qusair dan sekitarnya merupakan akses wilayah menuju wilayah pesisir Suriah dan wilayah tengah Suriah di Provinsi Homs dan Hama. Kota itu juga menjadi akses menuju arah barat dan selatan ke wilayah Lebanon.

Surat kabar Inggris, The Sunday Times, Minggu lalu, mengungkapkan, pasukan Suriah telah memasang sistem rudal darat ke darat canggih yang diarahkan ke Israel, menyusul serangan udara Israel ke wilayah Suriah pada awal Mei lalu.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: