Senin, 24 November 2014

News / Internasional

Breaking News

Tornado Raksasa Sapu Oklahoma

Selasa, 21 Mei 2013 | 04:04 WIB

OKLAHOMA, KOMPAS.com — Angin tornado menyapu daratan Oklahoma City, Amerika Serikat, Senin (20/5/2013) petang waktu setempat atau Selasa (21/5/2013) dini hari waktu Indonesia. Angin puyuh ini bergerak menuju daerah-daerah sekitarnya, yang terpantau pada pukul 03.30 WIB luas pusaran angin lebih dari 3,2 kilometer seperti dilaporkan CNN. Situasi darurat ditetapkan untuk kawasan Oklahoma dan sekitarnya.

Badan Cuaca Nasional menyatakan status darurat untuk sapuan tornado yang mereka sebut sebagai kejadian langka ini. Kerusakan parah dan kematian dikhawatirkan bakal terjadi. Video dari jejaring CNN menunjukkan awan corong membentang dari langit ke tanah, menerbangkan rumah dan semua yang ada di tanah.

Lebih dari 171.000 orang dikhawatirkan berada di jalur badai. Kondisi terakhir terjadi menyusul tornado dan badai kuat yang lebih dulu menerjang Oklahoma dan Midwest pada Minggu (19/5/2013) dan Senin (20/5/2013) pagi waktu setempat. Sejak awal, para peramal cuaca sudah mengingatkan bahwa situasi buruk yang telah menewaskan dua orang tersebut belum berakhir.

"Hari ini bisa berpotensi berbahaya seperti kemarin," kata pakar meteorologi CNN, Indra Petersons, Senin pagi, menunjuk ke sebuah petak luas negara mulai dari Texas ke Michigan. "Kita bicara tentang 500.000 mil persegi di bawah todongan cuaca buruk."

Sembari menyiapkan diri untuk kondisi yang lebih buruk, warga setempat harus melihat sisa puing di lokasi rumah mereka sebelumnya ada. "Pikiran saya, seperti sesak napas, benar-benar meledak," kata Jessie Addington (21) saat menemukan beberapa serpihan bekas rumahnya yang sebelumnya masih berdiri hingga Senin (20/5/2013).

Addington, yang sekarang tinggal di kota terdekat, kata ibunya, meringkuk di kamar mandi rumah mobil ketika badai melanda. Tetapi, tornado masih melemparkannya ke sekitar seperti boneka kain, meninggalkan memar dan babak belur. Ketika Addington tiba, ia terkejut menemukan lingkungan tempat ia tinggal selama 17 tahun dikurangi menjadi reruntuhan. "Saya merasa dicurangi, jujur," katanya, "Seperti tiba-tiba saja semua pergi."

Diperkirakan 300 rumah sudah rusak atau hancur di Oklahoma, kata juru bicara Palang Merah Ken Garcia. Dilihat dari udara, tingkat kerusakan itu mengejutkan, kata John Welsh, seorang pilot helikopter untuk KFOR afiliasi CNN di Oklahoma. "Seperti Anda mengambil rumah, Anda memasukkannya ke dalam blender raksasa, Anda menyalakannya berputar selama beberapa menit, dan kemudian Anda mengeluarkan hasilnya."


Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber: