Sabtu, 23 Agustus 2014

News / Internasional

SOSIAL

Pekerja Seks China Hadapi Kebrutalan Polisi

Selasa, 14 Mei 2013 | 18:06 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Human Rights Watch (HRW) mengatakan, kampanye besar di China untuk memberantas prostitusi justru menyebabkan pekerja seks rentan mengalami perlakuan buruk oleh polisi.

Dalam laporannya, kelompok hak asasi manusia yang berkantor pusat di New York itu mengatakan, para pekerja seks sering menghadapi kebrutalan polisi dalam operasi yang mengusir mereka. Operasi-operasi tersebut banyak menjadi perhatian media.

Polisi, kata HRW, sering memukul, menyiksa, dan secara semena-mena menahan para pekerja seks.

Dalam satu kasus, seorang perempuan menuturkan bahwa polisi mengikat dia dan dua temannya ke pohon dan kemudian memukuli mereka.

Beberapa pekerja seks lainnya mengatakan, mereka diserang dan dipaksa mengaku bahwa mereka adalah pekerja seks. 

Ilegal

Setelah mengaku, mereka dijatuhi denda, sementara para pekerja seks lainnya ditahan tanpa menjalani sidang selama berbulan-bulan.

Berdasarkan laporan HRW, beberapa perempuan juga dipaksa menjalani tes HIV dan hasilnya diberikan kepada pihak ketiga.

Wartawan BBC di Beijing, Martin Patience, melaporkan, terdapat sekitar empat juta pekerja seks di China, sebagian besar perempuan.

Prostitusi dinyatakan gelap di China. Akan tetapi, meskipun pihak berwenang melakukan kampanye antiprostitusi, praktik tersebut dapat ditemukan dengan mudah di sebagian besar kota kecil dan kota besar di negara itu.

 


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: