Selasa, 2 September 2014

News / Internasional

Oasis Purba di China Terancam Lenyap

Selasa, 14 Mei 2013 | 10:20 WIB

DUNHUANG, KOMPAS.com Oasis purba di tengah sebuah gurun pasir di China terancam lenyap di bawah timbunan pasir. Namun, Pemerintah China akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan oasis itu.

Oasis yang disebut Crescent Lake (atau Yueyaquan dalam bahasa China) adalah sebuah mata air segar berbentuk bulan sabit yang terletak sekitar 6 kilometer di selatan kota Dunhuang, di China barat laut. Oasis tersebut, yang diyakini telah ada sejak 2.000 tahun lalu, menyusut dengan cepat karena meningkatnya proses penggurunan di wilayah itu. Hal itu kemudian mendorong pemerintah lokal untuk mulai mengisi airnya lagi.

Danau tersebut mendangkal dari kedalaman rata-rata 5 meter tahun 1960 menjadi rata-rata kurang dari satu meter pada awal 1990-an karena permukaan air bawah tanah menurun secara dramatis. Tahun 2006, pemerintah setempat memutuskan untuk melakukan sesuatu guna menyelamatkan oasis itu dengan mengisinya lagi dengan air. Sejak itu kedalaman airnya meningkat, demikian laporan Niceartlife.com yang dikutip MailOnline, Senin (13/5/2013).

Danau itu panjangnya 218 meter (dari timur ke barat) dan lebar 54 meter (dari utara ke selatan). Di dekatnya ada sebuah pagoda tradisional dan sebuah jalur jalan dengan kios-kios suvenir. Situs tersebut populer bagi turis yang dibawa dengan menunggang unta oleh para pemandu ke puncak bikit-bukit di sekitarnya.

Keberadaan oasis di tengah gurun tersebut diyakini karena letaknya di tempat yang rendah. Posisi tersebut juga membuatnya "selamat" dari timbunan pasir yang datang dari bukit-bukit pasir di sekitarnya.

Dikelilingi pegunungan tinggi, Dunhuang memiliki iklim kering. Daerah itu suhunya sangat panas di musim panas, dan sebaliknya, sangat dingin pada musim dingin. Hujan terjadi dalam jumlah sangat kecil dan dengan cepat pula menguap. Akibatnya, terjadi proses penggurunan. Penggurunan telah menjadi masalah lingkungan utama di China, dan pemerintah negara itu telah berusaha mengatasi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan usulan penciptaan green wall hutan untuk melawan penyebaran gurun.

 


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: