Rabu, 22 Oktober 2014

News /

VIRUS MIRIP SARS

Diduga Bisa Menular Antarmanusia

Selasa, 14 Mei 2013 | 03:12 WIB

Riyadh, Senin - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, virus novel coronavirus (NCoV), yang menimbulkan penyakit mirip SARS, diduga kuat bisa menular antarmanusia yang melakukan kontak dalam jarak dekat. Sejak kasusnya mulai muncul pada September 2012, virus tersebut telah menyebabkan sedikitnya 18 kematian, yang sebagian besar terjadi di Arab Saudi.

Menteri Kesehatan Arab Saudi Abdullah al-Rabia, dalam jumpa pers di Riyadh, Arab Saudi, Minggu (12/5), mengatakan, sejauh ini telah tercatat 24 kasus infeksi NCoV di negeri itu. Dari jumlah tersebut, 15 pasien di antaranya meninggal dunia.

Asisten Direktur Jenderal WHO untuk Keamanan Kesehatan dan Lingkungan, Keiji Fukuda, menambahkan, kekhawatiran terbesar saat ini adalah mengenai potensi penyebaran virus tersebut ke seluruh dunia.

”Yang paling mengkhawatirkan adalah fakta bahwa kluster- kluster berbeda di beberapa negara semakin mendukung hipotesis bahwa kalau ada kontak dekat virus ini bisa ditularkan dari orang ke orang,” katanya.

”Pola penularan orang ke orang tetap terbatas pada beberapa kluster kecil, dan sejauh ini tidak ada bukti bahwa virus ini mempunyai kapasitas untuk mempertahankan penularan umum di masyarakat,” ujarnya.

Pada hari yang sama, otoritas Perancis mengonfirmasikan kasus kedua infeksi virus NCoV. Seorang rekan sekamar dari pria berusia 65 tahun yang mulanya terkena virus itu ternyata terbukti positif terkena penyakit itu juga.

Perawatan intensif

Kondisi pasien kedua telah memburuk sehingga harus dirawat di ruang perawatan intensif, kata Menteri Kesehatan Perancis Marisol Touraine dalam sebuah konferensi pers di Paris. Touraine menambahkan, pasien pertama ”dalam keadaan stabil tetapi mengkhawatirkan”.

Touraine mengatakan, pamflet yang menyebutkan langkah pencegahan dan gejala penyakit itu telah tersedia di bandara-bandara Perancis untuk para penumpang, terutama yang akan mengunjungi Semenanjung Arab, tempat kasus penularan virus itu paling banyak terjadi.

Sejak virus itu pertama kali tercatat pada September 2012, telah ada 34 kasus dilaporkan di seluruh dunia, dan 18 orang di antaranya meninggal. Selain di Arab Saudi dan Perancis, kasus virus ini juga ada di Inggris dan Jerman.(AP/Reuters/DI)


Editor :