Jumat, 25 April 2014

News / Internasional

Polisi Nigeria Gerebek "Pabrik Bayi"

Jumat, 10 Mei 2013 | 21:31 WIB

Baca juga

LAGOS, KOMPAS.com — Kepolisian Nigeria menemukan 17 remaja perempuan yang tengah mengandung dalam penggerebekan sebuah rumah, Jumat (10/5/2013). Polisi kini tengah mencari seorang perempuan yang diduga akan menjual bayi-bayi dari ke-17 remaja itu.

Joy Elomoko dari kepolisian Negara Bagian Imo mengatakan, para remaja yang ditemukan tengah hamil itu berusia antara 14 dan 17 tahun. Tak hanya itu, polisi juga menemukan 11 anak di rumah yang digerebek itu.

Sejumlah warga setempat mengatakan, rumah yang digerebek polisi itu dikenal dengan nama Rumah Bayi Tak Beribu Ahamefula. Warga mengenalnya sebagai panti asuhan dan rumah singgah bagi perempuan yang akan melahirkan.

"Pasukan khusus kepolisian Imo menggerebek sebuah rumah ilegal di Umuaka, dan menyelamatkan 17 gadis berusia 14-17 tahun yang tengah mengandung," kata Elomoko.

"Para gadis itu mengaku hanya diberi makan sekali sehari dan tak diizinkan keluar rumah," tambah Elomoko.

"Mereka juga mengatakan, bayi-bayi yang ada dalam kandungan mereka akan dijual kepada siapa pun yang mau membeli," ujar Elomoko.

Lebih jauh para gadis itu mengatakan, mereka dihamili oleh seorang pemuda berusia 23 tahun, yang saat ini sudah ditahan, dan seorang petugas keamanan yang bekerja di rumah itu.

"Penanggung jawab rumah ini sudah kabur. Namun, kami sudah melakukan pengejaran," tambah Elomoko.

Dalam laporan terkait penjualan manusia yang dirilis bulan lalu, Uni Eropa menyebut Nigeria sebagai sebuah negara Afrika dengan praktik terbanyak penjualan manusia.

Laporan itu menyebut penjualan bayi sangat marak di Nigeria, dan kepolisian negeri itu pernah mengungkap apa yang disebut sebagai "pabrik bayi".

Pada Mei 2011, kepolisian Nigeria membebaskan 32 perempuan hamil di Negara Bagian Abia. Para perempuan ini nantinya akan menjual bayi mereka dengan harga sekitar 191 dollar AS atau sekitar Rp 2 juta, tergantung jenis kelamin bayi itu.

Lalu pada Oktober 2011, polisi Nigeria juga menemukan 17 perempuan muda yang tengah hamil di Negara Bagian Anambra.

Organisasi Kebudayaan PBB (UNESCO) pernah menyebut penjualan manusia adalah kejahatan paling umum di Nigeria, setelah penipuan dan penyelundupan narkoba.

 


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: