Minggu, 21 Desember 2014

News / Internasional

Hezbollah Nyatakan Dukungan untuk Suriah

Rabu, 1 Mei 2013 | 10:32 WIB

Pemimpin kelompok militan Lebanon, Hezbollah, menyatakan Suriah memiliki teman sesungguhnya yang tidak akan membiarkan mereka jatuh oleh AS, Israel atau radikal Islamis.

Hassan Nasrallah mengatakan oposisi Suriah terlalu lemah untuk menjatuhkan rezim militer Bashar al-Assad. Dia menyatakan dukungan tersebut dalam sebuah pidato yang disiarkan stasiun TV Hezbollah, Al-Manar.

Wartawan BBC melaporkan, pidato yang disampaikannya tersebut mengonfirmasi bahwa kelompoknya secara diam-diam terlibat dalam pertempuran di Suriah.

Oposisi Suriah selama ini mengklaim bahwa pergerakan kaum Syiah dukungan Iran telah menyediakan milisi untuk membantu Assad, sebuah dukungan kunci dari Hezbollah.

"Sejumlah besar pemberontak bersiap untuk menguasai desa-desa yang dihuni warga Lebanon... jadi itu adalah normal untuk menawarkan setiap bantuan yang memungkinkan dan dibutuhkan untuk membantu tentara Suriah," kata Nasrallah dikutip kantor berita AFP.

Tempat Suci

Pemimpin Hezbollah ini mengatakan bahwa mereka tidak pernah menyembunyikan martir mereka, tetapi laporan yang menyebutkan banyak pejuang mereka yang tewas disebutnya bohong.

Dia juga memperingatkan bahwa jika sebuah tempat suci Syiah di selatan Damaskus - yang diberi nama Sayida Zeinab, cucu Nabi Muhammad - akan dihancurkan, hal itu akan ''mengobarkan balas dendam yang tidak dapat dikontrol'', katanya.

Nasrallah juga mencoba untuk menjamin penonton domestik bahwa - diatas itu semua - Hezbollah ingin menghindari perang Suriah masuk ke Lebanon, tetapi wartawan BBC melaporkan banyak warga Lebanon yang merasa tidak nyaman dengan perkembangan terbaru.

Pengumuman Hezbollah mengemuka beberapa jam setelah 14 orang tewas akibat ledakan hebat di Damaskus, dan sehari setelah Perdana Menteri Suriah, Wael al-Halqi, lolos dari sebuah bom mobil di ibukota Suriah.

Pasukan pemerintah dan pemberontak telah bertempur di dalam dan di sekitar Damaskus selama berbulan-bulan, tetapi kedua belah pihak tidak ada yang menyerah. Lebih dari 70.000 orang tewas sejak pertempuran antara pasukan Suriah dengan pemberontak pecah di bulan Maret 2011 silam.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: