Minggu, 26 Oktober 2014

News / Internasional

SEMENANJUNG KOREA

Korut Akan Bangun Replika Big Ben

Senin, 29 April 2013 | 14:45 WIB

Terkait

PYONGYANG, KOMPAS.com — Pemerintah Korea Utara dikabarkan segera membangun replika jam Big Ben di taman wisata yang menurut rencana akan dibuka dalam tahun ini. Demikian kabar dari Associated Press, Senin (29/4/2013).

Taman wisata yang akan diresmikan itu nantinya akan berisi replika bangunan-bangunan terkenal di dunia. Selain Big Ben, replika Menara Eiffel juga akan dibangun di taman yang sudah dimulai pembangunannya sejak 2010.

Tahun lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertekad untuk mengakhiri ketergantungan negeri itu dari bantuan luar negeri selama berpuluh tahun. Untuk mewujudkannya, Kim Jong Un menciptakan slogan: "Tak Ada Lagi Pengencangan Ikat Pinggang".

Sejauh ini, Associated Press adalah satu-satunya media asing yang boleh beroperasi di dalam negeri yang tertutup itu.

Dalam laporannya, AP mengatakan, "perubahan" terlihat di pusat kota Pyongyang yang mulai muncul berbagai bangunan baru seperti pusat perbelanjaan, restoran, dan apartemen.

Di pusat kawasan baru ini yaitu Jalan Changjon, sebuah pusat perbelanjaan baru berdiri, lengkap dengan berbagai gerai, termasuk produk-produk AS semacam Hershey Kisses, Coca Cola, dan Doritos.

"Di dalam pusat perbelanjaan itu terdapat pelayan yang mengenakan pakaian buatan Perancis. Orang yang memiliki uang bisa membeli anggur Italia, coklat Swiss, buah kiwi dari Selandia Baru, dan croissant hangat," demikian laporan AP.

"Pengunjung juga bisa melakukan perawatan wajah, berjemur di dalam tempat khusus, memainkan minigolf, atau mencicipi cappucino dan koktail sambil menikmati musik klasik," lanjut AP.

Bulan lalu, harian China Daily mengabarkan, Korea Utara juga membangun kompleks permainan minigolf untuk meningkatkan kunjungan wisata.

Terlepas dari upaya Pyongyang mempercantik diri, situasi di luar ibu kota tetap miskin, warga dijatah makanan, dan pasokan listrik sangat minim.

Bulan lalu, Badan HAM PBB melaporkan, sekitar 2,8 juta warga Korea Utara membutuhkan pasokan makanan di tengah kekhawatiran meningkatkan angka kelaparan. Laporan itu juga menyatakan, sekitar 25 persen anak-anak Korea Utara menderita kekurangan gizi kronis.

"Persediaan obat-obatan dan peralatan medis sangat kurang. Sistem penyedia air bersih dan pemanas harus dibenahi, dan sebagian besar infrastruktur pendidikan mulai rusak," tambah laporan itu.


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: