Syuting di Israel, Film Lebanon Dilarang Tayang - Kompas.com

Syuting di Israel, Film Lebanon Dilarang Tayang

Kompas.com - 28/04/2013, 06:36 WIB

BEIRUT, KOMPAS.com — Seorang sutradara asal Lebanon, Ziad Doueiri, Sabtu (27/4/2013), mengatakan, film hasil karyanya "The Attack" dilarang tayang di Lebanon karena sebagian proses syuting film itu dilakukan di Tel Aviv dan melibatkan aktor Israel.

"Dengan menyesal kami menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri Lebanon Marwan Chabel memutuskan untuk melarang film ini diputar di Lebanon," kata Ziad Doueiri melalui akun Facebook-nya.

"Pemerintah mengatakan alasan larangan ini adalah karena saya, Ziad Doueiri, melakukan proses syuting film di Israel," tambah dia.

Doueiri membenarkan dia memang melakukan sebagian syuting film di Tel Aviv, Israel. Namun, itu dilakukan karena kisah film mengharuskan sebagian adegan diambil di Israel.

"Saya juga melibatkan sejumlah aktor Israel murni karena alasan artistik. Dan saya tidak menyesal dan tidak akan meminta maaf," lanjut dia.

Sementara itu, Marwan Charbel mengakui kementeriannya sebelumnya memberi izin Doueiri untuk membuat film tersebut. Namun, setelah menerima surat dari Kantor Pemboikotan Israel Liga Arab, Pemerintah Lebanon memutuskan mencabut izin itu.

Doueiri menilai, larangan dari Pemerintah Lebanon itu adalah sebuah keputsuan yang "bodoh dan tidak adil".

Dia mengatakan,, banyak film Palestina yang dibuat di Israel, melibatkan aktor Israel, dan bahkan dibiayai uang Israel, justru mendapat izin untuk ditayangkan di bioskop-bioskop Lebanon.

"Kenapa mereka bisa dan kami tidak? Apakah orang Lebanon harus menganggap bendera Palestina lebih tinggi ketimbang orang Palestina sendiri?" tanya Doueiri.

Larangan ini, lanjut Doueiri, justru menggambarkan sisi negatif Lebanon.

"Ini seperti memberitahu kami, para pembuat film, bahwa jika kami memiliki ide yang berbeda maka kami akan dianggap melanggar hukum," tukas Doueiri.

Film "The Attack" yang baru saja mendapatkan penghargaan Festival Film Perancis COLCOA di Hollywood itu, dijadwalkan dirilis di Perancis pada Mei dan menyusul di Amerika Serikat pada Juni.

Film ini diadaptasi dari novel karya penulis Aljazair, Yasmina Khadra. Film ini berkisah soal konflik Palestina-Israel yang dilihat dari sudut pandang seorang dokter Israel yang mengetahui bahwa istrinya melakukan aksi bom bunuh diri di Tel Aviv.

Sensor film di Lebanon memang menjadi wewenang Kementerian Dalam Negeri. Semua film yang mengandung konflik, menyerang moral dan pemerintah, serta dianggap ikut mempropagandakan Israel bisa dipastikan tidak akan ditayangkan.

 

EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM