Sabtu, 29 November 2014

News / Internasional

Indonesia Incaran Pasar Bebas ASEAN

Rabu, 17 April 2013 | 21:20 WIB

KOMPAS.com - Dengan populasi sekitar 40 persen dari seluruh penduduk kawasan Asia Tenggara, Indonesia adalah incaran empuk pasar bebas ASEAN. Sejatinya, menyambut realisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) pada akhir 2015 nanti, Indonesia sudah bersiap diri. "Ada banyak peluang dan tantangan di AEC,"begitu kata Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bayu Priawan Djokosoetono pada Rabu (17/4/2013) di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, imbuh Bayu, Hipmi mengumumkan menyelenggarakan acara Indonesia Young Leader Forum II 2013 selama dua hari mulai besok, Kamis (18/4/2013). Hadir dalam kesempatan tersebut para pengurus BPP Hipmi seperti Priamanaya Djan dan Cecep Dharmadi. Dalam perhelatan itu Bayu juga menjabat sebagai ketua komite organisasi.

Komunitas ekonomi memang bukan hal yang baru bagi ASEAN. Pasalnya, sebelum AEC terwujud, sepuluh negara anggita ASEAN sudah merealisasikan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) per 1 Januari 2010.

Catatan Hipmi menunjukkan kalau sumber daya manusia (SDM) usia produktif di Indonesia mencapai 140 juta orang. Angka ini setara dengan 45 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang kini sekitar 240 juta jiwa. Menariknya, jumlah penduduk usia produktif Indonesia justru melebihi seluruh penduduk Filipina. Saat ini, jumlah penduduk negara anggota ASEAN itu 100 juta orang. "Ini tantangan bagi Indonesia untuk mampu bersaing di AEC,"kata Bayu.

Sementara itu, dalam kacamata Indonesia, AEC sama artinya dengan membuka pasar baru. Soalnya, ada tambahan 60 persen penduduk ASEAN di luar Indonesia yang potensial. Sekarang, jumlah penduduk ASEAN lebih dari 600 juta jiwa. "Ini peluang bagi Indonesia,"kata Bayu.

Informasi terkumpul menunjukkan sampai dengan akhir 2010, produk domestik bruto (GDP) ASEAN tumbuh lebih dari 1,8 triliun dollar AS. Andai ASEAN merupakan entitas tunggal, pencapaian ini menempatkan ASEAN sebagai perekonomian terbesar kesembilan setelah Amerika Serikat (AS), China, Jepang, Jerman, Perancis, Brasil, Inggris, dan Italia.

 


Penulis: Josephus Primus
Editor : Josephus Primus