Kamis, 2 Oktober 2014

News / Internasional

KONFLIK MALI

Juli, Pasukan PBB Gantikan Perancis di Mali

Senin, 15 April 2013 | 23:12 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Pasukan PBB berkekuatan 11.000 personel akan mengambil alih tugas pengamanan wilayah utara Mali dari pasukan Perancis pada 1 Juli, jika seluruh operasi tempur sudah berakhir. Demikian isi rancangan resolusi yang beredar pada Senin (15/4/2013).

Dewan Keamanan akan mengambil suara untuk resolusi Mali. Dalam rancangan resolusi itu tertulis, pasukan PBB akan dikirim jika seluruh operasi militer besar sudah berakhir dan ancaman pasukan militan berkurang secara signifikan.

Rancangan resolusi yang dirancang Perancis itu sudah beredar ke seluruh negara anggota Dewan Keamanan, dan para pakar dari ke-15 negara anggota DK akan melakukan pembicaraan pada Selasa (16/4/2013).

"Perancis menginginkan voting sebelum akhir bulan ini dan nampaknya bisa terlaksana," ujar seorang diplomat PBB.

Pasukan Perancis memasuki Mali Januari lalu, memenuhi permintaan bantuan dari pemerintah Mali untuk menahan laju militan Islam yang mengarah ke ibu kota Bamako.

Dalam perkembangannya, pasukan Perancis dan Chad kemudian mengusir pasukan militan dari kota-kota besar Mali utara, tetapi kini pasukan militan menggelar perang gerilya.

Pemerintah Perancis mengatakan akan mempertahankan sekitar 1.000 personel militernya di Mali. Resolusi PBB itu juga berisi, pasukan Perancis berhak melakukan intervensi jika pasukan PBB dalam kondisi terancam.

Pasukan Afrika Barat yang kini sudah berkumpul di Mali akan menjadi inti pasukan misi stabilisasi dan integrasi multidimensi di Mali atau yang disingkat MINUSMA.

Saat ini sudah berkumpul 8.000 pasukan Afrika di Mali. Nantinya pasukan PBB akan terdiri dari 11.200 personel militer dan 1.440 polisi.

 


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: