Jumat, 19 September 2014

News / Internasional

Sahabat Perang Bertemu Lagi Setelah 71 Tahun

Minggu, 7 April 2013 | 18:03 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com -  Tanggal 3 Maret 1941, dua remaja teman sekolah melakukan perjalanan bersama ke Sydney Showground untuk mendaftar jadi tentara Australia guna bertugas selama Perang Dunia ke-2.

Namun karena Harry "Hal" Wolters dan Cecil "Buff" Creswick  masih berusia di bawah 21 tahun, mereka diberitahu harus ada surat persetujuan dari orang tua. Keduanya kemudian pergi minum-minum di Hotel Captain Cook di dekat showground, dan memalsukan tanda tangan masing-masing agar bisa mendaftar jadi tentara.

Setelah itu, 1 April, keduanya kembali lagi ke Sydney, namun kemudian berpisah, tanpa mengetahui keadaan masing-masing apakah tewas, terluka ataupun berhasil selamat setelah perang selesai. Dan menurut laporan harian Australia The Age, menjelang peringatan ke-72 perpisahan mereka, Wolters, yang sekarang berusia 90 tahun, ingin mengetahui bagaimana keadaan temannya Creswick, yang juga berusia 90 tahun.

Oleh karenanya, di akhir pekan Paskah lalu, dia memasang iklan kecil di harian Sydney Morning Herald. "Saya hanya ingin mengetahui bagaimana keadaan Creswick. Wolters memang selama bertahun-tahun  ingin mengetahui keadaan teman sekolah di Penrith High tersebut.

"Kami berpisah di tahun 1941, dan tidak pernah mengadakan kontak sama sekali." kata Wolters. Minggu lalu ketika Wolters sedang bekerja di garasi rumahnya, telepon berdering. "Suara di telepon itu mengatakan "saya Buff Creswick." kata Wolters. "Ya, saya tidak menyangka sama sekali." Hari Jumat, Creswick terbang dari Sydney untuk bertemu dengan sahabat lamanya tersebut, yang tinggal di Kempsey, di utara Port Macquarie.

Jarak Sydney ke Port Macquarie sekitar 400 kilometer. Ketika bertemu, kedua pria lanjut usia ini penuh emosi, dan saling memeluk, dan merasa lega bahwa keduanya masih sehat sampai sekarang. Keduanya kemudian berbagi cerita dan ternyata mereka memiliki cerita yang hampir sama. Buff Creswick pada awalnya bergabung dengan Batalion Kedua Infanteri, yang dikirim ke Suriah dan Beirut sebelum kemudian dipulangkan kembali guna mempertahankan Australia dari serangan Jepang.

Dia kemudian terlibat dalam pertempuran yang dikenal sebagai Perang Kokoda, yang memakan banyak korban. "Di unit saya ada sekitar 697 tentara, namun akhirnya hanya 87 orang yang selamat, saya termasuk yang beruntung." kata Creswick.

Creswick akhirnya berhenti jadi tentara setelah dia menderita penyakit malaria. Dia kemudian dipindahkan ke Cairns dan dijadikan kelinci percobaan dalam eksperimen untuk memerangi malaria di Unit Penelitian Malaria. Wolters juga pernah berada di tempat yang sama, walaupun waktunya beda. Dia juga menjadi kelinci percobaan, namun menjadi pasien yang sengaja dibuat sakit.

Wolters menggambarkan pengalamannya selama lima tahun terlibat perang dunia kedua sebagai "hal yang sia-sia." "Kami sudah siap untuk diberangkatkan ke Timur Tengah, namun ketika Jepang hendak menyerang, mereka panik dan mengirim kami ke Western Australia." kata Wolters. "Saya sakit karena tidak banyak kegiatan, dan di satu hari mereka meminta sukarelawan untuk terlibat dalam eksperimen guna mencari obat malaria."

Keduanya, Creswick dan Wolters berencana akan bertemu lagi. Setelah berpisah selama 71 tahun, tampaknya masih banyak cerita yang belum mereka beberkan satu dengan yang lain. 


Penulis: L Sastra Wijaya
Editor : Robert Adhi Ksp
Sumber: