Kamis, 2 Oktober 2014

News /

KRISIS KOREA

Korea Utara Geser Rudal Jarak Jauh

Jumat, 5 April 2013 | 04:04 WIB

SEOUL, KAMIS - Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengumumkan, Kamis (4/4), militer Korea Utara telah menggerakkan salah satu peluru kendalinya ke arah pantai timur negeri itu. Langkah tersebut menyusul pernyataan Pyongyang beberapa jam sebelumnya, yang menyebutkan telah mengotorisasi serangan ke Amerika Serikat.

Pyongyang juga menyebutkan akan melancarkan serangan dengan menggunakan senjata nuklir kecil, ringan, dan beragam.

”Namun, belum bisa dipastikan apakah (pemindahan rudal) itu untuk mengetes atau sekadar latihan,” ujar Menteri Pertahanan Korsel Kim Kwan-jin.

Kim menyampaikan hal itu di depan sejumlah anggota legislatif Korsel. Dia juga memastikan belum melihat tanda-tanda Korut tengah dan telah mempersiapkan diri untuk menghadapi konflik yang lebih besar.

Sebelumnya sejumlah media massa Jepang menyebutkan rudal yang dipindahkan Korut adalah jenis KN-08, yang memiliki daya jangkau paling luas dan bahkan disebut mampu menjangkau daratan utama Amerika Serikat. Kementerian Pertahanan Korsel memprediksi rudal yang digerakkan adalah jenis Musudan yang diyakini memiliki daya jangkau hingga 3.000 kilometer

Daya jangkau rudal seperti itu cukup untuk menjadikan Korsel dan negara tetangganya, Jepang, sebagai target potensial serangan, termasuk pangkalan militer AS di kedua negara sekutunya tersebut.

Dalam pertemuan itu, Kim juga menyatakan belum bisa memastikan apakah klaim Korut akan menggunakan senjata nuklir itu bisa menjadi bukti negeri itu memang benar-benar telah menguasai teknologi senjata nuklir atau sekadar menggertak.

Lebih lanjut, walau ancaman akan menyerang telah dilontarkan Korut, Kim mengaku belum mendapatkan laporan yang menunjukkan negeri komunis seteru bebuyutannya itu telah bersiap-siap. Kementerian Pertahanan Korsel memastikan belum tampak kegiatan atau pergerakan pasukan, dan juga pergerakan logistik besar-besaran.

Provokasi kecil

Kim bahkan menyebutkan, kalaupun Korut benar jadi menyerang, provokasi yang akan dilakukannya tak lebih dari sekadar provokasi kecil seperti pernah mereka lakukan saat membombardir Pulau Yeonpyeong tahun 2010.

Meski demikian, seperti kerap disampaikan AS, mereka akan selalu serius menanggapi setiap provokasi Korut. Militer AS pun bergerak cepat dengan menempatkan lebih banyak sistem pertahanan rudal ke Guam.

Penempatan sistem pertahanan rudal itu dilakukan untuk memperkuat perlindungan kawasan dalam menghadapi kemungkinan serangan.

”Mereka telah menguasai kemampuan nuklir dan sekarang kemampuan meluncurkan (rudal). Kami menanggapi potensi ancaman seperti itu dengan sangat serius,” ujar Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel.

Meski demikian, Redaktur Asia Pasifik di mingguan IHS Jane’s Defence, James Hardy, dalam salah satu artikelnya mengaku meragukan kemampuan dan daya jangkau rudal jarak pendek dan menengah Korut.

James menyebutkan, rudal- rudal Korut itu belum mampu menjangkau wilayah kepulauan teritorial AS, baik di Guam maupun di Hawaii. (AP/AFP/DWA)


Editor :