Minggu, 21 September 2014

News / Internasional

Penipuan Tas Oleh Wanita Asia di Melbourne

Rabu, 27 Maret 2013 | 18:21 WIB

MELBOURNE, KOMPAS.com - Polisi Australia sedang mencari sejumlah wanita asal Asia yang melakukan penipuan serta pencurian uang dan perhiasan di kawasan bisnis utama Melbourne, sebagai bagian dari penipuan bernilai 1 juta dolar (lebih dari Rp 10 miliar).

Dalam praktiknya, para wanita Asia mengyakinkan korbannya yang juga orang Asia bahwa mereka kemasukan roh jahat. Untuk membantu mengusir roh tersebut, para wanita ini akan mendoakan tas yang berisi uang dan perhiasan. Pelaku kemudian memberitahu korban untuk tidak melihat tasnya selama beberapa waktu. Ketika mereka melihat kembali, perhiasan dan benda berharga di dalam tas sudah hilang.

Menurut laporan smh.com.au, diperkirakan jumlah penipuan ini sudah mencapai 1 juta dolar, dan juga terjadi di kota-kota lain seperti San Francisco, Honolulu (AS) dan Vancouver (Kanada).

Polisi menyebutkan, kelompok ini bekerja secara bertiga. Mereka masing-masing mencari korban secara terpisah. Polisi dilaporkan sedang menyelidiki penipuan yang berlangsung antara bulan Agustus dan November tahun lalu, serta insiden terbaru di Melbourne dan Glen Waverley.

Insiden terbaru terjadi 12 Maret lalu di Melbourne. Menurut polisi, tiga wanita mendekati seorang wanita di Spencer Street pukul 12.30 siang. Para wanita ini memulai percakapan dengan korban dan memaksa korban untuk duduk. Pelaku kemudian "menggerayangi" korban, dan mencuri uang tunai dan perhiasan, setelah mengyakinkan korban bahwa dia harus melepaskan perhiasan guna menghindari terjadinya sesuatu yang buruk bagi keluarganya.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L Sastra Wijaya, insiden kedua terjadi di Glen Waverley 26 Januari. Dua wanita dilaporkan mendekati korban di sebuah pusat perbelanjaan sekitar pukul dua sore. Pelaku penipuan berhasil mengyakinkan korban untuk pergi ke sinshe China, dan mereka berjalan ke pusat parkir.

Di tengah jalan, mereka didekati oleh wanita ketiga, yang mengatakan kepada korban bahwa dia bisa mendoakan perhiasan yang dimilikinya. Sang korban kemudian pulang ke rumah untuk mengambil uang dan perhiasan.

Dia kembali ke tempat parkir untuk menyerahkan perhiasan dan uang kepada dua wanita penipu tersebut. Sebagai gantinya, sang korban diberi sebuah tas dan disuruh pulang dan tidak boleh membuka tas tersebut selama 49 hari, bila tidak ingin terkena bala.

Polisi mengatakan, para wanita penipu ini adalah keturunan Asia, berusia antara 40-50 tahun dan berbicara dalam bahasa Mandarin atau Cantonese. Polisi sekarang sudah mengeluarkan rekaman CCTV agar masyarakat bisa membantu memberi informasi mengenai pelaku penipuan tersebut.

 


Penulis: L Sastra Wijaya
Editor : Agus Mulyadi