Senin, 1 September 2014

News / Internasional

Bom di Pakistan Tewaskan 47 Orang

Minggu, 17 Februari 2013 | 02:07 WIB

KOMPAS.com - Ledakan sebuah bom menewaskan 47 orang termasuk perempuan dan anak-anak dan mencederai lebih dari 200 orang di daerah Pakistan barat daya, Sabtu (16/2/2013), kata polisi dan para pejabat.
      
Bom yang dikendalikan dari jarak jauh itu meledak di kota Hazara, satu daerah yang didominasi warga Syiah di pinggiran Quetta, ibu kota provinsi Baluchistan yang kaya minyak dan gas. "Setidaknya 47 orang tewas dan paling tidak 200 orang cedera. Jumlah korban tewas mungkin meningkat.Itu adalah bom yang dikendalikan dari jarak jauh," kata Wazir Khan Nasir, perwira senior polisi di Quetta kepada AFP.
      
"Itu adalah serangan sektarian, masyarakat Syiah jadi sasaran," tambahnya.
      
Pejabat penting provinsi itu Akbar Hussain Durani mengemukakan kepada AFP bahwa korban tewas itu termasuk perempuan dan anak-anak. "Kami kira jumlah korban akan bertambah. Kami mengumumkan kesiagaan di rumah rumah sakit," katanya.
      
Durani mengatakan bom itu ditanam dekat satu tiang satu gedung di satu pasar. "Gedung itu ambruk akibat kuatnya ledakan bom itu, beberapa orang terperangkap di dalamnya," katanya.
      
Para pejabat dan saksi mata mengatakan massa yang marah  mwngepung lokasi itu setlah ledakan tersebut dan tidak mengizinkan polisi, para pekerja pertolongan dan wartawan memasuki lokasi itu. "Mereka marah dan mulai melakukan protes, beberaoa orang dari mereka melemparkan polisi dengan batu," kata Durani kepada AFP.
     
"Beberapa orang dari mereka membawa senjata dan melepaskan tembakan peringatan, dan sekarang mereka mengizinkan polisi, para pekerja pertolongan masuk ke lokasi itu,"tambahnya.
     
Seorang juru foto AFP menghitung  ada 30 mayat hanya dalam satu rumah sakit.
     
Baluchistan, yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan menjadi titik api aksi kekerasan sektarian antara warga Sunni dan Syiah, yang merupakan seperlima dari 180 juta jiwa penduduk negara itu.
     
Setidaknya 92 orang tewas dan 121 orang cedera pada 10 Januari, ketika dua pengebom bunuh diri meledakkan bom di satu klub snooker yang ramai di satu lokasi di kota Quetta yang berpenduduk mayoritas Syiah.

 


Penulis: Josephus Primus
Editor : Josephus Primus