Terancam Diperkosa dan Dibunuh, Band Wanita Kashmir Batalkan Konser - Kompas.com

Terancam Diperkosa dan Dibunuh, Band Wanita Kashmir Batalkan Konser

Kompas.com - 04/02/2013, 10:40 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sebuah kelompok band rock asal Kashmir yang seluruh personilnya adalah perempuan terpaksa membatalkan penampilan panggung mereka setelah mendapatkan ancaman perkosaan dan pembunuhan yang dilayangkan lewat Facebook.

Grup band bernama Pragaash atau berarti cahaya itu sudah menjadi target pembunuhan dan perkosaan saat memenangkan penghargaan atas konser perdana mereka.

Usai konser perdana itu, sejumlah komentar muncul di Facebook dari kelompok ekstrimis yang menyatakan para remaja perempuan itu pantas diperkosa lalu ditenggelamkan.

Dalam halaman Facebook milik situs KashmirNews yang memasang sebuah foto grup band ini muncul sejumlah komentar miring.

"Secara pribadi, saya menganggap mereka tak tahu malu dan hanyalah anak-anak manja."

"Banyak orang mengkritik gadis-gadis ini."

Bahkan salah satu komentar benar-benar melontarkan ancaman.

"Masukkan komentar ini terlebih dulu. Tiga gadis anggota band diperkosa di Jammu dan dibuang ke sungai."

Ketiga anggota band Farah Deeba, Aneeka Khalid dan Noma Nazir menolak untuk membicarakan masalah ini, namun dikabarkan mereka sangat terguncang akibat ancaman ini.

Orangtua ketiga gadis ini bahkan menyarankan agar mereka tak muncul dulu untuk sementara waktu. Ketiga gadis ini kabarnya telah diungsikan ke New Delhi demi keamanan mereka.

Sementara itu, Menteri Kepala Jammu-Kashmir Omar Abdullah adalah salah satu pendukung grup band perempuan ini.

"Sangat memalukan bagi mereka yang mengklaim kebebasan berbicara lewat media sosial lalu kemudian menggunakan kebebasan itu untuk mengancam gadis-gadis yang memilih untuk menyanyi," kata Abdullah.

"Saya harap para gadis berbakat ini tak membiarkan segelintir ancaman ini menghentikan mereka," lanjut dia.

Abdullah menambahkan polisi tengah mencari pengguna Facebook yang mengeluarkan ancaman. Dia menegaskan para pengancam bisa dijatuhi hukuman pidana.

Pemilik Band Inn, sekolah musik tempat para gadis ini berlatih, Adnan Matoo mengatakan bahwa ketiga gadis itu memiliki bakat yang sangat luar biasa.

"Mereka baru 15 tahun. Terlalu muda untuk menghadapi ancaman seperti ini. Mereka ketakutan, menangis. Tapi saya mencoba meyakinkan mereka untuk meneruskan langkahnya," ujar Matoo seperti dikutip harian The Times of India.

Sementara itu, di Facebook sudah bermunculan berbagai akun untuk mendukung ketiga gadis ini.

"Kenapa orang-orang ini tak memikirkan saja diri mereka sendiri dan biarkan gadis-gadis ini melanjutkan hidup mereka! Apa hak kalian mempertanyakan pilihan mereka?" kata seorang pendukung.

 

EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM