Rabu, 23 April 2014

News / Internasional

Bahasa Polandia Jadi Bahasa Kedua di Inggris

Kamis, 31 Januari 2013 | 10:02 WIB

Baca juga

LONDON, KOMPAS.com - Bahasa Polandia merupakan bahasa kedua yang paling banyak dipakai di Inggris dan Wales, lalu disusul bahasa Punjabi dan Urdu, demikian data baru berdasarkan hasil sensus 2011.

Lebih dari 92 persen penduduk negara itu berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa utama, dan mayoritas menggunakan bahasa Inggris dengan baik, meskipun sebanyak 138.000 orang, atau kurang dari setengah persen populasi, tidak dapat berbahasa Inggris sama sekali, kata Kantor Statistik Nasional Inggris seperti dilaporkan kantor berita AFP, Rabu (30/1).

Satu persen populasi, atau 546,000 orang, mendaftar Polandia sebagai bahasa utama mereka. Angka itu mencerminkan sebuah gambaran tentang gelombang migran Eropa Timur yang pindah ke Inggris setelah perluasan anggota Uni Eropa tahun 2004.

Berita tersebut muncul sehari setelah mantan perdana menteri Inggris, Tony Blair, diberi penghargaan oleh para pemimpin bisnis Polandia karena membuka pasar tenaga kerja Inggris ke Polandia selama masa jabatannya selama satu dekade, yaitu tahun 1997-2007.

Para pengguna bahasa Polandia terkonsentrasi di London, yang memang tidak mengejutkan karena punya proporsi paling tinggi para penutur bahasa asli bukan bahasa Inggris. Sebanyak 22 persen, atau 1,7 juta warga London, mendaftar bahasa utama selain bahasa Inggris.

Angka-angka itu cenderung memicu perselisihan mengenai imigrasi dari Bulgaria dan Rumania, saat pemerintah Inggris bersiap untuk meningkatkan kontrol terhadap pendatang baru dari Uni Eropa pada akhir tahun ini.

Secara nasional, Punjabi merupakan bahasa ketiga yang banyak dipakai, digunakan oleh 273.000 orang atau setengah persen. Pengguna bahasa Punjabi terkonsentrasi di West Midlands, di mana bahasa itu merupakan bahasa terpopuler kedua. Urdu berada di tempat keempat, dipakai 269.000 orang, diikuti bahasa Bengali (221.000), Gujarati (213.000), Arab (159.000), Perancis (147.000), China (141.000), dan Portugis (133.000).

 


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: