Senin, 22 September 2014

News / Internasional

Presiden Suriah Tinggal di Kapal Perang

Rabu, 16 Januari 2013 | 13:54 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com  Presiden Suriah, Bashar Assad, dan keluarganya kini tinggal di sebuah kapal perang yang dijaga Angkatan Laut Rusia. Demikian kata sejumlah laporan. Diktator yang dimusuhi itu dikatakan telah pindah bersama keluarganya dan sekelompok pembantu pilihan ke kapal perang di lepas pantai Suriah.

Langkah itu dikatakan terjadi setelah Assad kehilangan kepercayaan atas keamanannya sendiri. Assad dilaporkan telah diangkut dengan helikopter ke Damaskus untuk menghadiri pertemuan di istana kepresidenan.

Sumber-sumber intelijen mengatakan kepada harian Saudi, al-Watan, Assad dilindungi Rusia. Menurut sumber-sumber itu, kata Al-Watan, ketakutan Assad akan kemajuan oposisi di Damaskus menjadi salah satu alasan mengapa ia pindah ke kapal perang.

Posisinya itu juga diduga demi memungkinkan evakuasi cepat ke Moskwa jika memang diperlukan.

Rusia tetap menjadi sekutu rezim itu sejak pemberontakan rakyat pecah pada Maret 2011. Hingga saat ini, berdasarkan perkiraan PBB, lebih dari 60.000 orang tewas dalam konflik di negara itu.

Rusia juga mendukung pidato Assad pekan lalu saat ia menawarkan solusi untuk mengakhiri krisis, yaitu dengan menyerukan pemilu nasional dan membentuk pemerintahan baru. Dalam pidato publik pertamanya selama enam bulan terakhir, Assad mendesak rakyat Suriah untuk bergabung dalam "perang membela bangsa".

Pidato pembangkangannya itu berlangsung selama satu jam dan mendapat sambutan dari para loyalis di gedung opera di ibu kota Damaskus. Saat itu, Assad meluncurkan apa yang ia klaim sebuah inisiatif perdamaian untuk mengakhiri pemberontakan terhadap pemerintahannya.

Namun, dia menyatakan tidak akan berbicara dengan orang-orang yang disebutnya sebagai ekstremis "yang hanya mengerti bahasa terorisme" atau "boneka" Barat.

 


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: