Selasa, 2 September 2014

News / Internasional

Bayi Dua Tahun Dililit Ular 2 Meter

Senin, 7 Januari 2013 | 08:54 WIB

LISMORE, KOMPAS.com — Musim panas seperti sekarang ini di Australia membuat berbagai binatang keluar dari sarang mereka, mencari makan atau mencari tempat lebih dingin.

Di kota Lismore, 200 kilometer dari Brisbane, seorang ibu menemukan seekor ular sanca sepanjang dua meter melilit lengan anak perempuannya yang berusia dua tahun di tempat tidur.

Tess Guthrie (22) terbangun sekitar pukul 03.30 pagi ketika mendengar kucingnya mengerang. Dia menemukan ular sanca melilit tiga kali lengan kiri anaknya, Zara, yang sedang tidur bersamanya. Menurut laporan news.com.au, Senin (7/1/2013), Guthrie semula mengira dia sedang bermimpi. Namun ketika betul-betul sadar, ia langsung berusaha memegang kepala ular tersebut, yang malah kemudian menggigit lengan bayinya tiga kali.

"Setelah kami ke rumah sakit, dan Tex (penjinak ular) datang, mereka menemukan ular tersebut berada di belakang meja di kamar tidur. Saya kira dia sudah di sana selama beberapa hari terakhir," kata Guthrie kepada televisi lokal.

Zara dirawat di rumah sakit, tetapi diperbolehkan pulang pada Minggu pagi. Tex Tillis, dari perusahaan penjinak ular Tex's Snake Removals, mengatakan bahwa ular sanca tersebut, yang dikenal di Australia sebagai ular sanca pantai atau ular sanca karpet, tidaklah berusaha menggigit ataupun mencederai sang bayi. "Ular tersebut tidaklah bermaksud memakan si bayi. Dia hanya ingin mendekat," kata Tillis.

"Di bawah rahang ular itu ada sensor yang bisa digunakan untuk melihat. Jadi dalam kegelapan, ular itu akan melihat bayi sebagai tempat yang hangat," kata Tillis. Menurut Tillis, ular tersebut berusia antara 5-10 tahun.

Walau sudah membahayakan bayinya, Tess Guthrie tidak menghendaki ular tersebut dibunuh. Ia justru meminta agar ular dilepaskan kembali ke alam liar, lima kilometer dari rumahnya.

Sementara itu, menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, seorang turis berusia 41 tahun digigit oleh lipan besar di salah satu pusat wisata di Queensland, Fraser Island, 250 kilometer dari Brisbane.

Gigitan lipan ini sangat menyakitkan, walaupun menurut statistik di Australia belum ada orang yang meninggal karena gigitannya. Sang turis dibawa dengan helikopter dari pulau tersebut ke daratan Australia tempat dia dirawat dalam kondisi stabil.


Penulis: L Sastra Wijaya
Editor : Nasru Alam Aziz