Jumat, 25 Juli 2014

News / Internasional

Assad Sampaikan Pidato Terkait Konflik Suriah

Minggu, 6 Januari 2013 | 13:50 WIB

Media milik pemerintah Suriah mengatakan Presiden Bashar al-Assad akan menyampaikan pidato kepada warga negara itu di tengah usaha memerangi kelompok yang menentangnya.

Kantor berita Sana mengatakan pidato yang akan disampaikan melalui televisi pada hari Minggu (06/01) terbilang jarang dilakukan oleh Assad.

Dalam pidatonya nanti, Assad menurut kantor berita tersebut akan menyinggung banyak masalah terkait perkembangan terakhir di Suriah serta kawasan sekitarnya.

Rencana pidato ini disampaikan ditengah pertempuran sengit yang terjadi dekat ibu kota Suriah, Damaskus.

PBB memperkirakan ada lebih dari 60 ribu orang yang terbunuh selama terjadinya gejolak penentangan terhadap pemerintahan Assad yang mulai berlangsung sejak bulan Maret tahun lalu.

Assad terkahir kali menyampaikan pidato kepada publik pada bulan Juni tahun lalu.

Dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi Rusia pada November lalu -yang merupakan salah satu kemunculan terakhirnya di depan publik- dia mengatakan akan tetap tinggal dan mati di Suriah.

Damaskus Diperebutkan

Kelompok pemberontak Suriah sejak akhir tahun lalu telah berhasil menunjukan kekuatannya dalam merebut sejumlah wilayah negara itu.

Mereka dilaporkan telah menguasai wilayah Suriah bagian utara dan secara politik juga berhasil membentuk dewan pimpinan yang telah mendapat pengakuan dari AS dan Uni Eropa.

Meski demikian upaya kelompok pemberontak masih kesulitan untuk menguasai Damaskus dan kota-kota di sekitarnya.
protes assad. Pasukan pemerintah berhasil memberikan perlawanan dan membalas dengan serangan mematikan lewat pesawat udara yang mereka miliki.

Laporan dari aktivis Lembaga Pemantau untuk Hak Asasai Manusia Suriah mengatakan pertempuran sengit telah terjadi sepanjang hari Sabtu (05/10) di Harasta dan Daraya, kota pinggiran sekitar Damaskus.

Harus tempuh negosiasi

Upaya diplomatik untuk menyelesaikan persoalan di Suriah sejauh ini masih menemui kegagalan.

Utusan khusus PBB dan Liga Arab, Lakhdar Brahimi sebelumnya telah mendorong dillaksanakannya rencana yang telah disetujui oleh dunia internasional pada bulan Juni lalu yaitu dengan menciptakan pemerintahan transisi di negara itu.

Namun rencana tersebut masih menyisakan sebuah persoalan terkait dengan peran Assad yang masih belum jelas.

Kelompok Oposisi di Suriah secara tegas telah mengatakan bahwa Assad harus turun agar konflik di Suriah berakhir.

Namun dalam pertemuan Brahimi dengan Menlu Rusia, Sergei Lavrov pekan lalu keduanya mengatakan bahwa negosiasi merupakan satu-satunya pilihan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan di Suriah.

 


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: