Kamis, 17 April 2014

News / Internasional

China Buka Rute Kereta Cepat Terpanjang di Dunia

Minggu, 23 Desember 2012 | 15:05 WIB

Baca juga

BEIJING, KOMPAS.com — China membuka jalur kereta api berkecepatan tinggi terpanjang di dunia antara Beijing dan Guangzhou, Sabtu (22/12/2012). Menurut rencana, rute sepanjang 2.298 kilometer itu akan mulai beroperasi pada Rabu (16/12/2012) mendatang.

Dengan kecepatan rata-rata 300 km per jam, kereta api ini akan memangkas perjalanan antara Beijing-Guangzhou yang dengan kereta api biasa membutuhkan waktu 22 jam jadi hanya delapan jam.

"Ini adalah jalur kereta api peluru terpanjang di dunia," kata Menteri Perkeretaapian China Zhou Li.

"Dan jalur ini adalah salah satu yang teknologinya paling maju di China dan di dunia," kata Zhou Li.

Pemerintah China memamerkan kecanggihan kereta api ini dengan mengajak para wartawan menikmati perjalanan. Para wartawan diajak menjelajah Beijng ke Zhengzhou sejauh 693 km, yang juga adalah rute kereta api cepat ini.

Dengan kecepatan 300 km per jam, kereta api ini menembus sungai dan danau beku serta dataran yang dilapisi salju. Perjalanan sejauh hampir 700 km itu ditempuh hanya dalam waktu 2,5 jam.

Meski bergerak dengan kecepatan tinggi, kereta api dengan desain seperti peluru itu berjalan sangat lembut dan nyaris tak mengeluarkan suara selain suara dengung kecil hampir di sepanjang perjalanan.

Sepanjang perjalanan antara Beijing-Guangzhou terdapat 35 perhentian. Selain Zhengzhou, kereta api ini juga melewati beberapa kota besar seperti Wuhan dan Changsa. Jalur antara Zhengzhou-Wuhdan dan Wuhan-Guangzhou saat ini sudah beroperasi.

China baru memiliki kereta api berkecepatan tinggi pada 2007. Namun, dengan cepat China menjadi negara yang memiliki jalur kereta api cepat terbesar di dunia. Hingga akhir 2010, China sudah memiliki jaringan rel kereta api cepat sepanjang 8.358 km. Pada 2020 diharapkan China memiliki jalur rel sepanjang lebih dari 16.000 km.

Namun, moda transportasi ini pernah dinodai kecelakaan fatal pada saat terjadi tabrakan kereta cepat pada Juli 2011 yang menewaskan 40 orang dan memicu kemarahan warga.

Kecelakaan terburuk sejak 2008 itu membuat pemerintah dihujani kritik dan dianggap mengabaikan faktor keselamatan demi mengejar kecepatan pembangunan. Namun, kini pemerintah menjamin telah meningkatkan perawatan dan pengawasan infrastruktur kereta api, termasuk jalur rel, gerbong, dan langkah-langkah respons darurat jika terjadi kecelakaan.

 


Editor : Ervan Hardoko
Sumber: