Sabtu, 19 April 2014

News / Internasional

Pesawat Luar Angkasa Rahasia Terbaru

Selasa, 11 Desember 2012 | 22:43 WIB

Baca juga

WASHINGTON DC, KOMPAS.com -- Amerika Serikat berencana meluncurkan pesawat luar angkasa militer yang baru. Pesawat luar angkasa militer dan rahasia ini berukuran lebih kecil dan tanpa awak. Pesawat luar angkasa ini bagian dari program angkatan udara AS masa depan.

Kantor berita AFP, Selasa (11/12/2012), melaporkan bahwa pesawat luar angkasa X-37B ini memiliki berat lima ton dan panjang 8,9 meter. Pesawat luar angkasa ini bisa membawa berbagai material dari luar angkasa ke bumi sebagaimana program pesawat ulang alik yang sudah dipensiunkan. Pesawat ini didesain bisa berada lebih lama di luar angkasa, yakni 270 hari.

Pesawat X-37B terakhir kembali ke Bumi bulan Juni lalu dari sebuah uji coba di luar angkasa selama 469 hari. United Launch Alliance, sebuah usaha patungan antara raksasa penerbangan AS Boeing dan Lockheed Martin, sudah menyetujui keberadaan X-37B di Cape Canaveral, Florida, setelah hasil uji coba yang sukses menyusul sebuah peluncuran ke luar angkasa yang terpisah dua bulan lalu.

Pihak perusahaan patungan ini menegaskan, satelit global positioning system (GPS) berhasil ditempatkan di orbit sesuai harapan pada 4 Oktober lalu.

Pangkalan militer AU Patrick dilaporkan memberi sinyal waspada saat jadwal peluncuran antara pukul 10.45 hingga 17.15 waktu setempat, Selasa. Hal ini karena dilaporkan adanya kebocoran bahan bakar pada salah satu ruangan bahan bakar pesawat tadi yang memaksa dilakukan penyidikan.

Sejauh ini pihak berwewenang AS tidak memberi keterangan lebih banyak soal program pesawat luar angkasa yang baru ini. Informasi dari AU AS menyebutkan, peluncuran ini sebagai "program tes eksperimen guna memperlihatkan teknologi yang terpercaya, bisa digunakan kembali, sebuah program tes luar angkasa tak berawak bagi AU AS.

Pesawat sangat rahasia X-37B membuat spekulasi di media bahwa pesawat luar angkasa ini didesain untuk merusak satelit milik negara musuh.

Pada 2007, China  menjadi negara pertama setelah AS dan bekas Uni Soviet yang berhasil menembak satelitnya sendiri. Sebuah percobaan yang oleh Washington dianggap sebagai semakin meningkatnya ambisi kekuatan China di luar angkasa.

Proyek X-37B diluncurkan Badan Luar Angkasa AS, NASA pada tahun 1999 sebelum diadopsi Badan Proyek Riset Pertahanan Maju, yang didesain dengan teknologi baru bagi militer AS.


Penulis: Pieter P Gero
Editor : Nasru Alam Aziz