Kamis, 31 Juli 2014

News / Internasional

Badai Sandy Telah Tewaskan Empat Orang

Selasa, 30 Oktober 2012 | 09:54 WIB

Berita terkait

NEW YORK, KOMPAS.com — Setidaknya empat orang tewas, Senin (29/10), saat Badai Super, Sandy, menerjang Pantai Timur AS yang padat penduduk. Badai tersebut menumbangkan pohon-pohon, tiang listrik, dan menerbangkan puing-puing ke udara.

Dua orang tewas di Morris County, New Jersey, ketika sebuah pohon tumbang menimpa sebuah kendaraan. Demikian penjelasan seorang pejabat penanganan bencana lokal. Orang ketiga tewas di New York City juga karena pohon tumbang. Demikian kata petugas pemadam kebakaran.

Polisi mengatakan, korban keempat di Toronto, Kanada. Korban seorang perempuan yang tewas karena diterjang puing-puing yang beterbangan.

Di tempat lain, di sepanjang Pantai Timur, seorang pelaut AS dari replika kapal HMS Bounty diselamatkan dari laut dalam kondisi "tidak sadar". Kapten kapal itu hilang dan dikhawatirkan tewas.

Badai tersebut telah menewaskan sedikitnya 67 orang, termasuk seorang warga AS di Puerto Rico saat badai itu menyapu Karibia selama beberapa hari terakhir. Badai itu diperkirakan akan berubah menjadi badai yang jauh lebih kuat pada Senin waktu AS.

Pihak berwenang telah memperingatkan tentang ancaman terhadap nyawa dan properti yang "belum pernah terjadi sebelumnya" dan telah memerintahkan ratusan ribu warga dari New England hingga North Carolina untuk mengungsi dari rumah mereka dan mencari tempat perlindungan.

Pusat Topan Nasional mengatakan, kecepatan angin di dalam badai Sandy turun karena badai itu menjadi siklon pascatropis. Namun, dengan kekuatan angin yang mencapai 130 kilometer per jam saat mendarat di dekat Atlantic City, New Jersey, badai itu tetap berbahaya.

Pohon-pohon tumbang menimpa kabel listrik. Hal itu pada gilirannya membuat jutaan rumah tanpa listrik ketika hari mulai gelap. Badai itu juga telah membuat layanan kereta api terhenti. Puluhan ribu orang pun terdampar di bandara di seluruh wilayah.

Badai itu diperkirakan akan memengaruhi lebih dari 60 juta warga AS, atau seperlima dari populasi negara itu, dan menyebabkan kerugian hingga 20 miliar dollar AS.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: