Selasa, 30 September 2014

News / Internasional

Gencatan Senjata Idul Adha di Suriah Dinodai Kerusuhan

Sabtu, 27 Oktober 2012 | 08:09 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com — Gencatan senjata, yang didukung masyarakat internasional di Suriah dan berlaku pada Jumat pagi (26/10/2012), dinodai kerusuhan yang terus berlanjut. Beredar laporan mengenai bentrokan, serangan, dan ledakan yang mengguncang negeri itu pada hari raya Idul Adha.

Komando umum Angkatan Darat Suriah menuduh gerilyawan bersenjata berada di belakang sejumlah pelanggaran terhadap gencatan senjata itu, yang telah diajukan oleh utusan internasional untuk Suriah, Lakhdar Brahimi.

Utusan khusus PBB-Liga Arab tersebut telah melakukan misi ulang-alik di antara negara di wilayah itu guna mendorong gencatan senjata sebagai awal dari penghentian lebih lanjut kerusuhan di negara Arab tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media negara, komando umum Angkatan Darat mengatakan bahwa kelompok bersenjata melepaskan tempat ke satu pos pemeriksaan militer pada pukul 07.15 waktu setempat (11.15 WIB) di Provinsi Daraa. Mereka juga menyerang empat lokasi militer pada pukul 07.00 waktu setempat (11.00 WIB) di Provinsi Idlib di bagian utara negeri itu.

Pernyataan tersebut, seperti disampaikan Xinhua, juga mencakup laporan pelanggaran serupa di Provinsi Deir az-Zour di bagian timur, Provinsi Homs di Suriah tengah, dan pinggir Damaskus.

Sejalan dengan hak militer untuk membalas setiap agresi dan kesepakatan gencatan senjata, Angkatan Darat, seperti dalam pernyataan itu, telah menanggapi aksi para penyerang dan menghadapi mereka.

Tepat setelah dikeluarkannya pernyataan militer tersebut, dua bom mobil meledak, masing-masing di Damaskus dan Daraa, sehingga merenggut puluhan korban jiwa.

Satu ledakan bom mobil menewaskan 20 orang di pinggiran Damaskus, Daf ash-Shouk, kata media setempat, yang menambahkan bahwa anak-anak termasuk di antara korban tewas.

Satu mobil lain, yang juga diisi bom, meledak di Lapangan al-Mahata di Daraa dan membuat 11 orang cedera, dan beberapa dalam kondisi serius.

Jumat pagi, sejumlah pegiat mengatakan, protes anti-pemerintah dilancarkan di sejumlah tempat bergolak di Suriah, setelah shalat Idul Adha. Protes dilaporkan telah berlangsung di pinggiran Damaskus, Hajar al-Aswad, Joubar dan Qaboun, serta Provinsi Daraa.

Di Provinsi Idlib, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (yang berpusat di Inggris), bentrokan terjadi di sekitar Wadi Ad-Dayf, sebelah timur Kota Kecil Ma’arat An-Nu’man, antara pasukan pemerintah dan petempur oposisi. Dari pihak oposisi terdapat pula kelompok Fron An-Nusra yang memiliki kaitan dengan Al Qaeda.

Observatorium tersebut menyatakan bahwa tujuh orang tewas setelah gencatan senjata diberlakukan pada Jumat, sementara Komite Koordinasi Lokal, jaringan lain pegiat, menyebutkan bahwa korban jiwa berjumlah 94 orang.


Editor : Kistyarini
Sumber: