Senin, 24 November 2014

News / Internasional

Ahmadinejad Diperingatkan soal Pidato Keras

Senin, 24 September 2012 | 13:31 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon memperingatkan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengenai bahayanya pidato bernada keras, saat kedua orang itu bertemu di New York, Minggu (23/9/2012), sebelum pertemuan tahunan para pemimpin dunia di Sidang Majelis Umum PBB.

"Sekretaris Jenderal memberi perhatian pada konsekuensi pidato yang membakar, kontra-retorika, dan ancaman dari berbagai negara di Timur Tengah," kata kantor pers Ban dalam satu pernyataan.

Amir Ali Hajizadeh, Panglima Korps Pengawal Revolusi Iran, mengatakan, Iran dapat melancarkan serangan untuk mendahului Israel, kalau Iran yakin negara Yahudi tersebut mempersiapkan diri untuk menyerangnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengisyaratkan Israel dapat menyerang instalasi nuklir Iran dan mengecam posisi Presiden AS Barack Obama yang menegaskan bahwa sanksi dan diplomasi harus lebih dulu dilakukan untuk mencegah Iran memiliki bom atom.

Iran membantah sedang berusaha membuat senjata nuklir dan mengatakan kegiatan nuklirnya bertujuan menghasilkan energi listrik.

Menurut pernyataan PBB, Ban memberi tahu Ahmadinejad Iran mesti "melakukan tindakan yang diperlukan agar masyarakat internasional mempercayai tujuan damai program nuklirnya."

Dalam pertemuan itu Ban dan Ahmadinejad juga membahas Suriah. Iran dituduh menggunakan pesawat sipil untuk menerbangkan personel militer dan banyak senjata melintasi wilayah udara Irak ke Suriah untuk membantu Presiden Bashar al-Assad yang berupaya memadamkan perlawanan terhadapnya, demikian laporan dinas intelijen Barat.

"Sekretaris Jenderal menekankan dampak serius di kawasan itu akibat situasi Suriah yang makin buruk dan menegaskan dampak kemanusiaan yang menghancurkan," demikian pernyataan tersebut.


Editor : Kistyarini
Sumber: