Kamis, 24 April 2014

News / Internasional

Pantai Gading Tutup Perbatasan dengan Ghana

Sabtu, 22 September 2012 | 13:35 WIB

Baca juga

ABIDJAN, KOMPAS.com - Pantai Gading menutup perbatasannya dengan Ghana, Jumat (21/9), setelah setidaknya 10 orang tewas dalam serangan terhadap tentara dan polisinya yang dilakukan dari wilayah Ghana, kata menteri dalam negeri negara itu.

Serangan-serangan itu, di ibu kota ekonomi Abidjan, Kamis malam, dan di satu kota perbatasan, Jumat pagi, merupakan yang pertama kali sejak Agustus, ketika serangan hampir setiap hari terhadap pasukan keamanan menimbulkan kekhawatiran terjadi kembali ketidakstabilan setelah perang saudara singkat yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. "Perbatasan udara, darat dan laut ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Menteri Dalam Negeri Hamed Bakayoko kepada Reuters. "Ini adalah serangan yang terorganisasi, tertata dan dilakukan dari daerah Ghana, dan pihak berwenang Ghana mengetahui siapa para penyerang itu.

Penembakan itu terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat (10.00 WIB) Jumat di kota Noe, lokasi satu tempat penyeberangan antara Pantai Gading dan Ghana timur. "Itu adalah satu usaha serangan tehadap tentara yang dikerahkan di perbatasan itu," kata Guillaume Soro, ketua parlemen Pantai Gading di Twitter. "Serangan itu terjadi di Noe dan sasarannya adalah barak-barak tentara. Serangan itu berhasil dihentikan," katanya.

Tujuh penyerang tewas oleh pasukan Pantai Gading dalam satu baku tembak yang berlangsung satu setengah jam, kata seorang perwira senior angkatan darat yang tidak disebut namanya. Seorang tentara pemerintah juga cedera dalam bentrokan senjata itu. "Pihak tentara dan polisi menjelaskan mereka diserang para petempur yang ingin menguasai pos perbatasan itu," kata seorang penduduk kota itu yang tidak bersedia namanya disebutkan.

Banyak tentara tiba untuk memperkuat pasukan di perbatasan itu. Mereka melakukan patroli di sepanjang perbatasan dan memeriksa rumah-rumah di sepanjang sungai yang memisahkan Pantai Gading dan Ghana," katanya.

Pemerintah menuduh para pendukung mantan presiden Laurent Gbagbo mengorganisasi serangan bulan lalu. Tuduhan-tuduhan bahwa sekutu-sekutu Gbagbo yang tinggal di pengasingan di Ghana terlibat dalam merencanakan aksi kekerasan yang membuat presiden negara itu John Dramani Mahama mengumumkan wilayah Ghana dilarang digunakan sebagai pangkalan bagi operasi-operasi untuk mengganggu tetangganya.

Awal pekan ini polisi Ghana mengatakan mereka menahan tiga orang termasuk seorang mantan tentara Pantai Gading karena berusaha membeli senjata-senjata bagi satu kudeta yang direncanakan di Pantai Gading. Partai politik yang dipimpin mantan presiden itu, sejumlah anggota terkemukanya ditahan bulan lalu, membantah terlibat dalam aksi kekerasan dan menuduh pemerintah menggunakan aksi kekerasan itu sebagai dalih untuk menindak tegas oposisi.

Serangan di perbatasan itu terjadi beberapa jam setelah pria-pria bersenjata berusaha merebut senjata-senjata dari dua kantor polisi dan satu pos keamanan di perkampungan-perkampungan Port Bouet dan Vridi, dekat bandara Abidjan.

Gbagbo ditangkap dalam perang tahun lalu, yang meletus setelah ia menolak mengakui kekalahan dalam pemilihan presiden akhir tahun 2010. Ia sedang menunggu diadili di Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Den Haag Belanda, atas tuduhan terlibat kejahatan terhadap kemanusiaan.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: