Selasa, 2 September 2014

News / Internasional

Bekas Tahanan Guantanamo Pimpin Serangan ke Kedubes AS?

Sabtu, 22 September 2012 | 10:44 WIB

Terkait

BENGHAZI, KOMPAS.com - Serangan terhadap konsulat AS di Benghazi, Libya, mungkin dipimpin mantan tahanan Teluk Guantanamo yang dikirim kembali ke Libya pada masa Presiden George Bush.

Para pejabat intelijen AS yakin bahwa Sufyan Bin Qumu, salah satu pemimpin kelompok Islam punya kaitan dengan Al Qaeda, yaitu Ansar al Sharia, kemungkinan berada di balik serangan tersebut yang menewaskan Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens, dan tiga staf kedutaan lainnya. Bin Qumu, yang tinggal di kota Derna, 240 kilometer di sebelah timur Benghazi, dibebaskan dari Teluk Guantanamo tahun 2007.

Ia sempat dipenjarakan di Tripoli ketika dikembali ke Libya, tetapi kemudian dibebaskan pemerintah Muammar Khadafy. Pria 53 tahun itu telah menolak untuk mengomentari tuduhan yang berulang bahwa anggota Ansar al-Sharia hadir dalam serangan pekan lalu itu, yang menewaskan Stevens.

Otoritas Libya umumnya, termasuk para milisi yang bertugas untuk menjaga keamanan di Benghazi, yakin bahwa serangan itu dilancarkan oleh kelompok tersebut. "Sekarang sangat jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap hal itu," kata Mohammed al Gharabi, pemimpin milisi terbesar pro-pemerintah. "Itu adalah orang dari Ansar al Sharia, tidak semua mereka (terlibat) tapi beberapa dari mereka, dan saya pikir (organisasi) tahu siapa yang melakukannya."

Fox News mengklaim telah diberitahu bahwa Bin Qumu mungkin "terlibat dalam serangan itu, dan bahkan mungkin memimpin serangan ke konsulat tersebut".

Bin Qumu yang membentuk Ansar al Sharia, atau " pendukung Sharia", di tengah revolusi Libya tahun lalu. Para pejabat intelijen Amerika yakin ada "komunikasi" antara kelompok itu dan Al Qaeda, kemungkinan besar dengan cabang Afrika Utara dari Al Qaeda, pada hari kejadian itu.

Konsulat AS itu telah diserang sebelumnya dan al Gharabi mengatakan bahwa ia telah memperingatkan para diplomat Amerika tiga hari sebelum serangan bahwa Benghazi "tidak aman".

Bin Qumu punya sejarah dalam jaringan Al Qaeda. Berdasarkan catatan tentang dirinya di Guantanamo, ia terkait dengan penyandang dana serang 11 September 2001, sementara menurut file diplomatik yang diungkapkan tahun lalu mengatakan bahwa ia pernah menjadi sopir truk untuk sebuah perusahaan yang dimiliki Osama bin Laden.

Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, telah mengatakan bahwa sudah "jelas dengan sendirinya" serangan terhadap konsulat As Benghazi, yang terjadi pada hari peringatan serangan 11 September, merupakan "serangan'' teroris.

Serangan tersebut awalnya diduga merupakan ekses dari protes spontan terhadap film anti-Islam Innocence of Muslims yang berkembang di luar kendali. Namun para pejabat kini yakin bahwa serangan itu disengaja dan dilakukan dengan hati-hati.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: